Bupati Malang HM Sanusi bersama Kades Ngenep, Suwardi (tengah) saat mengunjungi Kampung KB (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Bupati Malang HM Sanusi bersama Kades Ngenep, Suwardi (tengah) saat mengunjungi Kampung KB (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, MM, dalam Gerakan Membangun (Gema) Desa di Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, sempat mengunjungi Kampung Keluarga Berencana (KB) yang ada di Desa Ngenep.

Kampung KB merupakan kampung dengan kriteria tertentu di mana terdapat keterpaduan program Kependudukan KB & Pembangunan Keluarga (KKBPK) dan pembangunan sektor terkait dalam upaya meningkatkan kualitas hidup keluarga dan masyarakat.

Pencanangan Kampung KB di Desa Ngenep sendiri juga  menuai keberhasilan. Hal itu ditunjukan dengan bisa ditekannya angka pernikahan usai dini di Desa Ngenep yang dulunya merupakan desa yang paling tinggi dalam pernikahan se Kecamatan Karangploso.

Dari informasi yang diperoleh, jika 2016 terdapat sekitar 35 orang yang menikah dini. Terdiri dari 9 laki-laki dan 26 perempuan. Sementara pada 2019, sama sekali tidak ada pernikahan usai dini yang terjadi di Desa Ngenep.

Selain itu, indikator keberhasilan lainnya adalah, setiap keluarga mampu melaksanakan fungsi cara optimal, bertambahnya keikutsertaan masyarakat dalam KB, terjadinya pusat-pusat pelayanan KKBPK, meningkatnya partisipasi keluarga dalam kelompok kegiatan, serta tumbuhnya gotong-royong masyarakat dalam membangun Kampung KB.

Melihat hal itu, Sanusi tak menampik, jika inovasi di Kampung KB, dengan potensi dan kelebihan yang ada, bisa diterapkan di berbagai desa di Kabupaten Malang untuk terciptanya kesejahteraan masyarakat.  Angka pernikahan dini yang tertekan, akan berdampak ditekannya angka kelahiran yang itu berarti laju pertumbuhan penduduk bisa terkendali.

"Kita lihat Kampung KB ini, dengan adanya kebersamaan  serta potensi yang ada, sehingga desa-desa lain bisa studi banding ke sini dengan harapan tentu agar membuat gairah hidup masyarakat lebih baik, lebih semangat, lebih kreasi dan mandiri," jelas Sanusi.

Selain dalam hal kesejahteraan, Sanusi juga menegaskan, jika Kampung KB dengan segala macam potensi yang ada, bisa dijadikan sebagai desa wisata. Namun di sini pihaknya melihat, jika penggalian potensi wisata saat ini telah dilakukan masyarakat.

"Harapan saya ke depan Desa Ngenep maupun Kampung KB, bisa lebih maju dan mandiri serta bisa lebih mengembangkan potensi yang ada," pungkasnya.