Kondisi jenazah korban sebelum dievakuasi petugas. (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)
Kondisi jenazah korban sebelum dievakuasi petugas. (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)

Masyarakat yang tinggal di kawasan DAS Brantas di Dusun Suko, Desa Sumberpucung, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, dibuat gempar. Kehebohan warga ini terjadi lantaran ditemukan sesosok mayat yang mengambang di permukaan air Sungai Brantas.

Berdasarkan informasi yang diperoleh MalangTIMES.com, jenazah yang ditemukan mengambang itu bernama Suprayitno Sudiono, warga Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

”Ketika pertama ditemukan, kondisi kepala korban berada di permukaan dan badannya tenggelam di perairan samping lapak pemancingan yang ada di lokasi kejadian,” kata Kasubag Humas Polres Malang AKP Ainun Djariyah, Jumat (15/11/2019).

Slamet Hariono, warga Dusun Suko, Desa/Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, termasuk yang pertama menemukan jenazah korban. Semula Slamet yang ketika itu menepikan perahu di dekat lokasi kejadian sempat berpapasan dengan korban yang diketahui sedang bersiap memancing. Setelah menyapa, pria 51 tahun kemudian pergi ke warung yang ada di sekitar lokasi kejadian.

Tidak berselang lama kemudian, salah seorang warga lain yang juga hendak memancing menemukan sesosok mayat manusia. Merasa curiga, Slamet beserta warga lainnya akhirnya mendekat ke jenazah yang mengapung tersebut.

Setelah memastikan  korban sudah dalam keadaan meninggal dunia, kasus ini dilaporkan ke perangkat desa setempat, dilanjutkan ke Polsek Sumberpucung.

”Dari hasil pemeriksaan petugas, tim medis tidak menemukan adanya luka berkas penganiayaan di tubuh korban,” jelas Ainun.

Perwira polisi dengan pangkat tiga balok di bahu ini menambahkan, dari hasil olah TKP (tempat kejadian perkara), lokasi kejadian memang dalam kondisi licin setelah diguyur hujan lebat. Polisi pun sempat menduga  Suprayitno meninggal karena tenggelam setelah tergelincir.

 Namun, setelah beberapa saksi dan keluarga korban dimintai keterangan, polisi menduga kematian pria yang kesehariannya bekerja sebagai satpam ini karena serangan jantung.

”Pihak keluarga menyatakan korban memang memiliki riwayat penyakit jantung. Dugaan kematian korban karena serangan jantung ini dikuatkan dengan adanya surat rujukan dari rumah sakit terkait penyakit yang diidap oleh korban,” imbuh Ainun.

Atas kejadian tersebut, pihak keluarga menolak jika jenazah diotopsi dan bersedia membuat surat pernyataan secara tertulis. Dalam pernyataannya, keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah. ”Usai dievakuasi, jenazah langsung dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan,” tutup Ainun yang juga pernah menjabat sebagai kasat binmas Polres Malang ini.