Bupati Malang Sanusi apresiasi para kades yang berhasil tingkatkan status desanya dari desa maju menjadi desa mandiri (nana)
Bupati Malang Sanusi apresiasi para kades yang berhasil tingkatkan status desanya dari desa maju menjadi desa mandiri (nana)

Tiga kepala desa (Kades) di Kecamatan Kromengan, yaitu Desa Slorok, Jatikerto dan Kromengan, mendapatkan apresiasi dari Bupati Malang Sanusi. Penghargaan itu diberikan lantaran ketiganya dinilai berhasil membangun desa mandiri.  

Apresiasi itu disampaikan oleh Sanusi di acara puncak peringatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke XVI dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-47 yang digelar di lapangan Desa Tawangargo, Karangploso, Jumat (15/11/2019).

Bukan tanpa alasan, pemberian penghargaan itu karena mereka mampu mengangkat nilai indeks desa membangun (IDM). Indeks tersebut merupakan parameter untuk melihat pertumbuhan dan perkembangan suatu desa setiap tahun. 

Nilai IDM terdiri dari beberapa komponen. Di antaranya indeks ketahanan sosial, ekonomi dan indeks ketahanan lingkungan. Hasilnya, status tiga desa di Kecamatan Kromengan itu masuk kategori desa mandiri. 

Artinya, ada peningkatan dari status desa maju di tahun 2018 menjadi desa mandiri di tahun 2019 ini. Nilai IDM Desa Slorok mencapai 0,8671, Jatikerto (0,8598) dan Kromengan 0,8598.

Sehingga, Kades Jatikerto, Moh Satu; Kades Slorok, Misdi; serta Kades Kromengan, Bambang Jazuli secara langsung mendapatkan penghargaan dari Sanusi. 

“Kita patut apresiasi peran para kades yang mampu mengangkat desanya ke arah yang lebih baik. Menjadi desa mandiri tentunya diperlukan kerja keras dalam membangun desa. Ini yang patut untuk terus kita dorong bersama dan kita beri apresiasi,” kata Sanusi, Jumat (15/11/2019) setelah acara.

Seperti diketahui, pembangunan di wilayah perdesaan menjadi fokus pemerintah sejak Nawacita digulirkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pasalnya, dengan desa yang kuat dan mandiri, maka bangsa dan negara Indonesia pun akan semakin kuat dalam sektor ekonomi, sosial dan ketahanan lingkungannya.

Amanah ini pula yang ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) yang dikomandoi oleh Suwadji. Salah satu upaya untuk mewujudkan Nawacita Jokowi itu adalah dengan cara mendorong dan menguatkan desa dalam berbagai sektor pembangunan.

Hasilnya, dari 378 desa di Kabupaten Malang di tahun 2018 sampai 2019 mengalami perkembangan secara statusnya melalui penilaian IDM. Tahun 2018 lalu, desa dengan status berkembang mencapai 233, desa maju 125 dan desa mandiri 20. 

Angka tersebut mengalami peningkatan di tahun 2019. Yakni, desa mandiri mencapai 26 atau naik 6 desa dibandingkan tahun lalu. Tiga dari enam desa itu, berada di wilayah Kecamatan Kromengan. Sedangkan desa maju menjadi 170 dan desa berkembang menjadi 182.

Di acara pemberian penghargaan itu, tak hanya 3 kades dari Kecamatan Kromengan yang mendapatkan apresiasi tinggi dari Pemkab Malang. Ada Kades Sidorejo dari Kecamatan Pagelaran; Kades Donowarih, Karangploso, serta Kades Turirejo, Kecamatan Lawang yang juga menerima penghargaan atas raihannya menjadikan desanya masing-masing menjadi desa mandiri.

Sanusi juga memiliki harapan besar agar desa lainnya juga mencapai status desa mandiri. Politisi PKB ini meminta agar seluruh desa yang masih berstatus desa berkembang dan maju, di tahun depan bisa juga berpacu untuk naik kelas. 

“Saya harapkan itu bisa dikawal dan tahun depan bisa juga berubah. Apalagi pemerintah juga terus konsen pada pembangunan di perdesaan. Baik melalui program dana desa serta berbagai program lainnya untuk masyarakat desa,” tegasnya.

Kepala DPMD Kabupaten Malang Suwadji menambahkan, target untuk meningkatkan status desa di tahun 2019 telah tercapai. Sebagai wujud keberhasilan pembangunan, pencapaian itu bahkan melebihi target yang ditetapkan. 

"Kita targetkan waktu itu desa mandiri hanya empat desa, tapi kini naik menjadi enam desa. Berarti ini di atas target," ucapnya. Begitu pula dengan desa maju, yang naik sebanyak 45 desa. Sementara desa berkembang, berhasil turun tinggal 51 desa. 

"Turunnya desa berkembang karena status desa yang dulunya di sini naik jadi desa maju dan mandiri,” ujar mantan Kabag Humas dan Protokoler Kabupaten Malang ini.

Suwadji pun memberikan apresiasinya kepada berbagai desa yang telah mampu menunjukkan hasil pembangunannya selama satu tahun terakhir ini. “Kami tentu sangat mengapresiasinya seperti yang juga disampaikan pak Bupati Malang. Apresiasi ini juga diharapkan bisa jadi pemacu bagi desa-desa lainnya dalam membangun desanya masing-masing,” pungkasnya.