Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Sumber Daya Air Tulungagung Anang Pratistianto. (foto : Joko Pramono/Jatim Times)
Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Sumber Daya Air Tulungagung Anang Pratistianto. (foto : Joko Pramono/Jatim Times)

Keberadaan rusunawa di Kabupaten Tulungagung ternyata cukup diminati warga. Buktinya, meski belum selesai dibangun, untuk rusunawa kedua, sudah ada 200 KK (kepala keluarga) yang mengajukan izin sewa di Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Sumber Daya Air Tulungagung.

Kendati demikian, mereka harus  sabar menunggu. Sebab, rusunawa dua diprediksi baru bisa dihuni pada pertengahan tahun 2020. "Kalau tidak salah, pembangunannya di mulai awal November ini," ujar Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Sumber Daya Air Tulungagung Anang Pratistianto.

Lokasi rusunawa kedua berada tepat di samping rusunawa 1, yaitu di Desa Ringinpitu, Kecamatan Kedungwaru. Bedanya,  rusunawa 1 memiliki 5 lantai dan rusunawa kedua hanya 3 lantai.

Saat ini pembangunanr rusunawa 2 ini sudah mencapai 20 persen. Anang memprediksi pembangunan rusunawa 2 tak akan membutuhkan waktu yang lama, mengingat hanya dibangun tiga lantai dengan jumlah kamar kurang lebih 42 buah.

Dari 42 kamar tersebut,  Anang mengaku tetap memfasilitasi warga atau penyewa lansia dan difabel dengan menyediakan sekitar 10 kamar di lantai bawah. Selain itu, pemkab menyediakan beberapa ruang yang nantinya bisa disewa untuk usaha.

Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Sumber Daya Air  nantinya juga akan melengkapi fasilitas lain, seperti ruang terbuka hijau dan tempat bermain anak-anak. "Kalau sudah diserahkan, tentu tugas pemerintah daerah untuk melengkapi fasilitasnya," katanya.

Menurut Anang, meskipun pembangunan rusunawa 2 ini progresnya cukup cepat karena hanya membangun tiga tingkat, diprediksi bangunan itu  baru bisa dihuni pertengahan 2020 atau bahkan bisa November 2020.

Alasan lamanya dilimpahkan ke daerah itu karena proses finishing, termasuk masa pemeliharaannya. Maka dari itu, masyarakat yang membutuhkan hunian sewa ini harus sangat sabar.

"Minat sangat tinggi. Makanya, tahun depan kami terus usulkan untuk pembangunan rusunawa 3 atau bahkan untuk ASN. Soalnya, banyak ASN di sini yang belum memiliki rumah," ungkap Anang.

Jika usulan pembangunan rusunawa 3 disetujui lagi oleh pusat, kata Anang, direncanakan akan dibangun satu lokasi dengan rusunawa 1 dan 2. "Untuk harganya sama seperti yang lama. Mulai dari bawah ke atas Rp 300 ribu, Rp 250 ribu, hingga Rp 200 ribu," katanya.