Foto Ilustrasi Liputan6.com
Foto Ilustrasi Liputan6.com

Badan Kebudayaan Nasional (BKN) PDI Perjuangan Kabupaten Lumajang menyatakan mengutuk keras aksi teror bom yang terjadi di markas kepolisian Medan Sumatera Utara dua hari lalu.

Ketua BKN PDI Perjuangan Lumajang Mansoer Hidayat meminta kepada kepolisian untuk mengusut tuntas jaringan teror tersebut sampai ke akar-akarnya, agar teror bom seperti ini tidak terjadi lagi di Indonesia.

"Kita sangat menyesalkan berkembangnya kelompok-kelompok teror seperti ini, karena korbannya adalah sesama anak bangsa. Mereka tega melakukan apa saja, termasuk bom bunuh diri, dimana korbannya yang lebih banyak menimpa orang lain yang tak berdosa yang menjadi sasarannya," kata Mansoer Hidayat kepada media ini.

Mansoer juga mengatakan, ajaran-ajaran yang menyimpang dan menjadikan teror bom sebagai salah satu cara perjuangan mereka, sudah merebak sangat luas di tanah air. Bahkan sebagian diantaranya sudah melahirkan simpatisan di sejumlah lembaga penting seperti BUMN, kampus-kampus, bahkan ada orang tua yag rela anaknya menjadi pelaku teror tersebut.

"Aksi teror pertama sudah terjadi pada  tahun 2002 yang dilakukan oleh kelompok Amrozi dan kawan-kawan yang menyebabkan korban cukup banyak. Dan sekarang aksi serupa sudah meluas kepada sejumlah aksi teror lainnya di tanah air. Sangat kami sesalkan adanya kelompok-kelompok sepert ini," kata Pawitra Huda Pradana, Sekretaris BKN Lumajang, hari ini Kami (14/11) di Lumajang.

Karenanya BKN mengutuk keras aksi teror bom di Medan, karena mengorbankan nyawa orang lain dan ini jelas bukan budaya Indonesia yang dikenal ramah dengan Bhineka Tunggal Ika diyakini sebagai pemersatu bangsa ini.