Pemasangan banner oleh petugas BPRD Lumajang (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)
Pemasangan banner oleh petugas BPRD Lumajang (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)

Puluhan tower milik perushaan telekomunikasi seluler di Lumajang diketahui tidak melunasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) antara 2 sampai 3 tahun.

Karena nunggaknya sampai diatas satu tahun, petugas dari Badan Retribusi dan Pajak Daerah (BPRD) Lumajang memasang banner pada tower tersebut, agar pemilik tower dan masyarakat juga tahu bahwa perusahaan tersebut memiliki tunggakan pajak.

Sebelum pemasangan banner ini, petugas dari BPRD Lumajang juga pernah mendatangi kantor pemilik tower tersebut. Namun ternyata hal itu tak tak digubris oleh pemilik tower, sehingga kemudian dibuat terobosan dengan cara memasang banner peringatan tersebut.

"Jumlah tunggakan PBB-nya memang tidak besar, rata-rata dibawah Rp 1 juta," jelas petugas dari BPRD.

Sampai saat ini diketahui terdapat 75 tower seluler yang belum melunasi tunggakan PBB-nya, dan semuanya akan dipasang banner pemberitahuan tersebut.

Sementara itu Wakil Bupati Lumajang Ir. Indah Amperawati yang kami konfirmasi secara terpisah meminta kepada pemilik tower seluler tersebut untuk segera melunasi tunggakan PBB-nya.

"Saya berharap kepada pengusahanya untuk segeran melunasi PBB-nya. Jika tidak segera melunasi, kita akan ambil tindakan tegas, kalau perlu saya tutup saja," tegas Wakil Bupati Lumajang Ir. Indah Amperawati, pada hari ini Kamis (14/11)