KH. Abdul Muqit Arief saat menyantuni anak yatim pada peringatan Maulid Nabi tadi malam (foto : Ali Makrus / Jatim TIMES)
KH. Abdul Muqit Arief saat menyantuni anak yatim pada peringatan Maulid Nabi tadi malam (foto : Ali Makrus / Jatim TIMES)

Membuktikan cinta kepada Baginda Nabi Muhammad SAW, tidak hanya saat memperingati Maulid Nabi yang diisi dengan berbagai kegiatan di masyarakat. Namun, dengan membaca sholawat setiap hari, juga merupakan bagian dari cinta akan Nabi Muhammad. 

Hal ini disampaikan oleh KH. Abdul Muqit Arief, pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Silo sekaligus Wakil Bupati Jember. “Semakin banyak membaca sholawat, itu menjadi salah satu barometer mencintai Rasulullah SAW,” terang KH. Abdul Muqit Arief. 

Menurutnya, seseorang yang memiliki rasa cinta kepada orang lain, tentu akan sering memanggil orang yang dicintai itu. "Begitulah jika umat Islam mencintai Rasulullah, maka ia banyak membaca selawat," lanjutnya. 

Membaca sholawat juga memberikan manfaat yang besar kepada kehidupan seseorang. "Pertolongan Allah SWT turun kepada umat yang mencintai kekasih-Nya," tegas KH. Muqit Arief.  

Meski demikian, dia menilai bahwa hingga saat ini masih ada pihak-pihak tertentu yang menganggap berselawat tidak sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad SAW. KH. Muqit Arief menyebut, penilaian itu tidak memiliki dasar yang kuat. 

Dia menganalogikan, jika selawat tidak pernah dilakukan pada zaman Nabi hingga disebut bid’ah, maka banyak hal baru saat ini yang semestinya juga dinilai bid’ah. 

Wabup menjelaskan, umat Islam sebaiknya tidak hanya banyak membaca sholawat untuk menunjukkan cinta pada Nabi Muhammad. Melainkan juga diharapkan mampu melaksanakan ajaran yang disampaikan. "Jadi, barometer mencintai Rasulullah SAW ialah dengan banyak membaca selawat dan menjalankan ajaran yang disampaikan Rasulullah SAW," pungkas nya. (*)