Baliho Smart City yang terpampang gambar Eri Cahyadi
Baliho Smart City yang terpampang gambar Eri Cahyadi

 Berdirinya baliho foto Kepala Bappeko Surabaya Eri Cahyadi didampingi Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini viral. Beredarnya foto baliho Program Smart City ini dipersoalkan. Pasalnya, baliho tersebut diduga menjadi kampanye terselubung.

Dalam baliho tersebut terpampang Foto Kepala Bappeko Surabaya Eri Cahyadi berdampingan dengan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Pada ujung atas kiri, nampak logo Pemkot Surabaya berdampingan dengan tiga logo lain pula yang malah berukuran mini alias kecil. 

Di bawahnya, terdapat tulisan 'Surabaya Smart City 2019'. Sedangkan di bagian tengah baliho, dengan ukurang yang lumayan besar, terdapat tulisan 'KAMPUNG BERDAYA, WARGA BERJAYA'.

Informasi yang dihimpun media ini keberadaan baliho tersebut terpasang di tiga titik. Yakni, Kelurahan Lidah Kulon, Kelurahan Lidah Wetan, dan Kelurahan Bangkingan.

Fraksi-fraksi di DPRD Surabaya seperti PKB, Golkar, dan Nasdem memberikan kritik keras adanya baliho tersebut. Ketua Fraksi Golkar Arif Fathoni misalnya. Ia berpendapat jika menurutnya ada yang salah apabila baliho ini dipasang sendiri oleh pihak Pemkot Surabaya.

"Jika ini dipasang oleh pemkot guna sosialisasi program meskipun sah tapi tidak elok dan tidak patut. Mestinya foto wali kota dengan wakil wali kota atau paling jelek bertiga antara wali kota, wakil wali kota dan sekkota," ujarnya.

Ia pun lebih lanjut mengungkapkan jika hal ini bisa dibilang merupakan kekhawatiran jajaran pihak DPRD yang kini mulai terwujud. "Apa yang dikhawatirkan sebagian fraksi dalam pandangan umum dan akhir paripurna kemarin berpotensi terjadi, jika melihat foto tersebut diatas," kata Toni.

Senada, anggota komisi A DPRD Surabaya Imam Syafii menanggapi pemasangan baliho tersebut merupakan fakta yang terungkap. Terlebih, secara tidak langsung interupsi yang pernah dilayangkan Imam dan Arif Fathoni dari Fraksi Golkar bukan fitnah.’’Gitu kok pakai membantah,’’ kata Imam yang juga Sekretaris Fraksi Demokrat-Nasdem.

Respon serupa juga disampaikan oleh Wakil Ketu Fraksi PKB, Mahfudz. Ia mendukung apa yang disampaikan oleh Imam Syafii. ’"Inilah yang kami maksud, jangan sampai APBD dibuat pencitraan oleh calon wali kota,’’ katanya.

Meski bersifat baliho program sosialisasi Smart City, namun Ia melihat hal tersebut sebuah pembuktian bentuk dugaan kampanye terselubung. ’’Sudah terbukti kan. Mereka memanfaatkan APBD untuk kepentingan pribadi dan politik. Sungguh tidak beretika,’’ kecamnya.

Anehnya, keberadaan baliho tersebut hanya bertahan sekitar selama tujuh jam. Hanya berselang beberapa jam keberadaannya ditertibkan. Lantaran menjadi heboh di sosial media.

.’’Informasinya sudah berdiri sejak pukul dua dinihari,’’ kata Kasatpol PP Surabaya, Irvan Widyanto ketika dikonfirmasi media, Rabu (13/11/2019). Pada pukul delapan pagi mantan Camat Rungkut ini menyatakan keberadaan Baliho tersebut sudah ditertibkan.

’’Sudah diturunkan. Tidak diketahui (Siapa pemasangnya, Red),’’ terang Irvan. Ia menegaskan, pencopotan baliho tersebut dilakukan oleh petugas Satpol PP Kecamatan.’’Justru yang mencopot itu Pol PP Kecamatan Lakarsantri. Jam 8 pagi, jangan dibalik-balik,’’ jawab Irvan singkat.

Media ini kemudian coba melakukan konfirmasi kembali ke Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara. Namun Febri sapaan akrabnya belum merespon.