Mal Alun-Alun (Mal Ramayana) (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Mal Alun-Alun (Mal Ramayana) (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

Polemik aset Mal Alun-Alun (Ramayana) Kota Malang, yang berbuntut panjang lantaran pihak penyewa, yakni PT Sadean Intra Mitra Corporation (SIMC), menghilang tanpa kabar, kini mulai menemukan babak baru.

Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Malang untuk mencari keberadaan PT SIMC sampai ke kantor Kemenkum HAM di Jakarta membuahkan hasil. Artinya, pemutusan kontrak aset Mal Alun-Alun yang bakal berakhir 15 November mendatang tidak akan menemui kendala.

"Kemarin bagian hukum pemkot sudah ke Jakarta dan kami  sudah menemukan direkturnya (PT SIMC) atas nama Daryono. Ternyata direkturnya sakit stroke dan untuk berbuat hukum agak kesulitan," ujar Sekretaris Daerah Kota Malang Wasto saat ditemui di Balai Kota Malang, Rabu (13/11).

Wasto menjelaskan, kondisi direktur PT SIMC stroke membuat proses hukum penyelesaian kontrak aset Mal Alun-Alun Kota Malang harus dialihkan kepada istrinya. Karena itu, pihak PT SIMC bakal mengurus berkas-berkas pemindahan surat kuasa untuk penyerahan aset gedung.

"Sehingga akan membuat surat kuasa kepada istrinya untuk hukumnya dalam rangka penyerahan gedung itu. Karena si pemberi kuasa kondisinya sakit stroke, saya minta diaktanotariatkan," imbuh Wasto.

Sekda memastikan, dalam sisa waktu yang ada, status PT SIMC atas penyewa gedung aset tersebut tetap resmi diputus kontrak. Sementara berkaitan dengan proses administrasi hukumnya, PT SIMC diminta untuk segera membuatkan akta notariat untuk menyelesaikan berkas penyerahan gedung.

"Saya minta itu diaktanotariatkan sehingga janji dalam satu minggu ini akan mencari notaris untuk pembuatan surat kuasa dari direktur itu kepada istrinya. Setelah itu, nanti proses administrasi penyerahan," ucap Wasto.