Sekda Kabupaten Malang Didik Budi Muljono (lima dari kiri) ikut memberikan support kepada warga binaan Lapas Wanita Kelas II A Malang dalam acara Job Fair 2019. (Nana)
Sekda Kabupaten Malang Didik Budi Muljono (lima dari kiri) ikut memberikan support kepada warga binaan Lapas Wanita Kelas II A Malang dalam acara Job Fair 2019. (Nana)

Aksi sekitar 20 penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wanita Kelas II A Malang di acara Millennial Job Fair 2019 yang digelar Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) membuat para pejabat Kabupaten Malang berjoget bersama.

Gelaran acara yang dimaksudkan untuk mempertemukan para pencari kerja, baik warga Kabupaten Malang, Kota Malang, Batu, dan daerah lainnya itu pun menjadi semakin semarak dengan joget bareng para pejabat itu.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Didik Budi Muljono, Kepala Disnaker Yoyok Wardoyo, Budiar (kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan), Nurcahyo (kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan) serta beberapa pejabat lainnya larut dalam merayakan acara tahunan Job Fair 2019 di halaman luar Stadion Kanjuruhan, Kepanjen.

Joged bareng para pejabat Pemkab Malang berlangsung secara spontan. Acara itu sebenarnya hanyalah diisi dengan hiburan paduan suara dari para penghuni Lapas Wanita Kelas II A Malang.

Sekitar 20 orang penghuni lapas itu menampilkan dua nyanyian apik di panggung yang disediakan. Lagu Laskar Pelangi Nidji dan Mundur Alon-Alon menggema dan membuat ratusan peserta dan tamu undangan pun terpesona.

"Ini kami hanya satu minggu mempersiapkan tampilan ini. Alhamdulillah ternyata mendapat respons baik," ucap salah satu warga binaan kepada MalangTIMES, Rabu (13/11/2019).

Sekda Kabupaten Malang Didik Budi Muljono (kanan) bersama warga binaan dan perwakilan lapas wanita kelas II A Malang saat menyerahkan tali asih spontan di acara job fair 2019 (Nana)

Tampilan apik paduan suara itu yang spontan membuat Yoyok Wardoyo pun tampil ke depan dan berjoget sambil meminta tamu undangan ikut serta. Didik Budi pun didaulat untuk ikut berjoget dan terlihat antusias saat paduan suara warga binaan Lapas Wanita Kelas II A Malang ini menyanyikan lagu Madep Manteb Manetep.

 

Tak hanya berjoget. Secara spontan juga, panitia acara Job Fair 2019 melalui Yoyok meminta kerelaan tamu undangan untuk berbagi dengan para warga binaan. Para tamu rela menyumbangkan uangnya ke dalam kotak minuman kemasan yang diputarkan. Hasilnya secara langsung diserahkan oleh Didik Budi kepada perwakilan Lapas Wanita Kelas II A Malang.

 

Seperti diketahui, warga binaan Lapas Wanita Kelas II A Malang memang kerap diikutsertakan dalam berbagai acara di Pemkab Malang. Hal ini dimulai saat Bupati Malang Sanusi terpincut oleh kemahiran warga binaan di suatu acara. Sehingga dirinya meminta agar setiap event di Kabupaten Malang, warga binaan diajak untuk menyemarakkan acara.

September 2019 lalu dalam expo pembangunan dan hiburan rakyat, warga binaan Lapas Wanita Kelas II A Malang pun diajak tampil. Mereka menunjukkan kemahirannya menari Topeng Bapang serta menyajikan paduan suara yang apik.

Waktu itu, Kepala Lapas Wanita Klas II A Malang Ika Yusanti menyampaikan, perhatian besar Pemkab Malang kepada warga binaan sangat penting sekali bagi kehidupan mereka ke depannya. "Pelibatan warga binaan dalam berbagai event pemkab menjadi momen yang akan diingat mereka sekaligus bisa jadi tonggak untuk semakin menguatkan kepercayaan dirinya. Mereka akan semakin percaya diri untuk terus berbuat positif. Ini momentum baik bagi warga binaan saya," ujarnya.

Didik Budi pun memberikan respons positif atas keterlibatan warga binaan dalam setiap event Pemkab Malang. "Ini tentunya menjadi langkah baik yang wajib diteruskan. Pelibatan warga binaan ini akan membuat mereka percaya diri untuk terus berkarya yang positif saat mereka selesaikan masa tahanannya," ucap dia.