Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono kembali membeberkan rencana pembangunan sarana dan infrastruktur calon ibu kota baru di Kalimantan Timur. Hal itu dibeberkan saat ia hadir di acara pengukuhan dua guru besar Universitas Brawijaya Malang, Rabu (13/11/2019).

Basuki menjelaskan, rencana perpindahan ibu kota baru merupakan pembahasan lawas. Hingga pada akhirnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk melakukan perpindahan ibu kota. Keputusan itu diambil pasca dilakukan evaluasi dan kajian yang panjang.

Dia menyampaikan, keputusan perpindahan ibu kota baru tersebut bukan hal yang mudah. Namun telah dilakukan sederet kajian berkaitan dengan sosial ekonomi, politik, dan budaya.

"Perpindahan ibu kota bukan sekedar perpindahan kantor secara fisik saja. Melainkan adalah mengubah mindset masyarakat kita ke depan," terang dia.

Sebelum memutuskan untuk ditetapkan pindah, pemerintah menurutnya telah mempelajari pengalaman dari berbagai negara. Baik pengalaman yang berhasil maupun pengalaman gagal dari setiap negara. Hingga kemudian diputuskan untuk pindah.

"Presiden kita perawakannya saja kecil, tapi visinya besar. Nggak sembarangan memutuskan untuk pindah. Rencana itu sebenarnya sudah lama tapi nggak segera diputuskan," katanya dan disambut meriah audiens yang hadir.

Saat ini, lanjutnya, persiapan untuk pindah ke calon ibu kota baru telah disiapkan. Salah satunya melalui sayembara masterplan yang kini sudah diikuti oleh sekitar 755 peserta. Sayembara tersebut ditargetkan sudah rampung pada Desember mendatang.

"Setelah itu akan ditetapkan juaranya. Sayembara sengaja dipilih karena ini perpindahan ibu kota baru. Pastinya masyarakat sangat ingin terlibat di sana, terbukti dari banyaknya peserta," imbuh pria kelahiran Surakarta itu.

Lebih jauh dia menyampaikan, pembangunan infrastruktur calon ibu kota baru ditargetkan mulai dilaksanakan pada semester dua 2020. Sehingga, pada 2024 ibu kota baru sudah dapat ditempati.

"Dan Kementerian PUPR ditargetkan yang pertama pindah ke ibu kota baru pada 2024 nanti," imbuhnya.