Salah satu penerima ASPD (kanan) bersama Laily Qodariyah, Kepala Seksi Rehabilitasi dan Pelayanan Sosial Lanjut Usia dan Penyandang Disabilitas Dinsos Kota Malang (Hendra Saputra)
Salah satu penerima ASPD (kanan) bersama Laily Qodariyah, Kepala Seksi Rehabilitasi dan Pelayanan Sosial Lanjut Usia dan Penyandang Disabilitas Dinsos Kota Malang (Hendra Saputra)

Dinas Sosial (Dinsos) Kota Malang menyalurkan bantuan dari Kementerian Sosial untuk Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) di kantor BRI cabang Martadinata Senin (11/11/2019).

Program ASPD yang sempat diserahkan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada tahun 2015 di Pondok Pesantren Bahrul Maghfirah berjalan sampai sekarang.

Seperti diketahui, penyandang disabilitas itu ada macam-macam, ada yang berat, autis, grahita, daksa, dan program asistensi sosial penyandang disabilitas yang semula untuk kategori berat saja kini telah diganti untuk disabilitas saja, dan tidak ada yang skala prioritas.

"Hari ini ada 30 penyandang disabilitas yang menerima, dan ada lagi besok dan lusa," ujar Laily Qodariyah, Kepala Seksi Rehabilitasi dan Pelayanan Sosial Lanjut Usia dan Penyandang Disabilitas Dinsos Kota Malang.

Pada tahun 2019 ini, Kota Malang mendapat program asistensi sosial penyandang disabilitas sebanyak 58, itu di luar panti yang juga mendapat jatah program tersebut. 

"Di 2019 ini yang mendapat program asistensi penyandang disabilitas sebanyak 58, itu yang diluar panti. Untuk yang didalam panti itu ada 158," katanya.

Dalam hal ini, Dinsos sebagai stakeholder di wilayah Kota Malang hanya sebatas mengawal turunnya program tersebut, karena bantuan tersebut langsung dari Kementerian Sosial Republik Indonesia. 

"Jadi semua sudah masuk dalam data oleh Kementerian Sosial," ucapnya.

Sementara itu, Laily mengaku bahwa program itu bukan untuk digunakan makan sehari-hari oleh penerima. 

Karena dana tersebut hanya digunakan untuk kegiatan penerima atau dalam hal ini disabilitas tersebut.

"Kegunaan bantuan ini bukan untuk makanan sehari-hari mereka karena sudah di back up keluarga. Karena ini adalah sebagai dana pendamping yang digunakan untuk terapi misalnya, atau obat-obatan yang tidak ter-cover BPJS, lalu juga untuk penambahan nutrisi," jelasnya.