Ilustrasi kas negara (manajemenkeuangan.net)
Ilustrasi kas negara (manajemenkeuangan.net)

Pasca-Operasi Zebra Semeru 2019 yang telah berakhir beberapa hari lalu, ribuan pelanggar lalu lintas telah melakukan sidang pengambilan tilang di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang pada 7 November 2019.  Dari 2.300 pelanggar yang dijadwalkan menjalani sidang, hanya 1.591 yang hadir melakukan pengambilan barang bukti tilang. 

Dan dalam sehari sidang itu saja, 1.591 pelanggar tersebut telah menyumbang kas negara sebesar Rp 142.294.000. “Kalau untuk pengambilan tilang sebenarnya bukan hari ini saja, tapi setiap hari masih kami layani. Yang Kamis (7/11/2019) lalu memang sangat banyak. Dari 2.300-an pelanggar, yang hadir ini sekitar 1.591 pelanggar dan terkumpul Rp 142.294.000,” ungkap Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Kota Malang Wahyu Hidayatullah saat ditemui di Kantor Kejari Kota Malang (11//11/2019).

Denda yang dikenakan kepada para pelanggar juga bermacam-macam besarnya. Beberapa di antaranya  dikenakan satu sampai dua pasal pelanggaran. Sehingga dendanya pun beragam, berkisar antara Rp 100 ribu sampai Rp 250 ribu.

"Uang denda tersebut langsung masuk rekening khusus negara. Hal tersebut merupakan  pendapatan negara bukan pajak (PNBP)," ucap Wahyu.

Mayoritas pelanggar adalah pengendara roda dua. Barang bukti yang banyak diserahkan rata-rata adalah STNK, disusul SIM.

Pihak kejari menyampaikan, para pelanggar yang di luar kota maupun tak bisa hadir dalam sidang bisa melakukan pembayaran denda melalui PT Pos. Selanjutnya barang bukti tilang akan dikirimkan pihak pos dengan biaya jasa pengiriman Rp 15 ribu.