Ilustrasi, net
Ilustrasi, net

Seorang petugas SPBU, RSW (30) warga Macanbang RT 03 RW 02 Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung melapor ke polisi. Laporan tersebut diajukan lantaran dirinya menjadi korban pemerasan oleh dua orang yang mengaku sebagai anggota polisi dari Polda.

"Kejadian pemerasan dengan melakukan upaya menakut-nakuti korbannya," ujar Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia melalui Paur Humas Ipda Anwari, Senin (11/11) siang.

Kejadian pemerasan berawal pada Rabu (06/11) lalu, sekitar jam 04.30 WIB. Saat itu, RSW bekerja melayani pembelian BBM mobil carry di SPBU Lembupeteng.

"Korban didatangi dua orang tidak dikenal, dengan membawa mobil suzuki Katana warna merah dan di belakang kaca mobilnya ada tulisan pemburu," ungkap Anwari.

Dua orang di dalam mobil itu mengaku dari Polda. Mereka mengancam akan melaporkan perbuatan RSW karena dituding melayani premium dalam jumlah banyak.

"Kemudian dua pelaku ini membawa korban dalam mobil dan mengarah ke GOR Lembupeteng. Di tempat ini, korban diancam agar memberi uang Rp 5 juta untuk menutup kasusnya," terang Anwari.

Mendapat ancaman itu, RSW merasa takut dan mengulur waktu pemberian uang. Pelaku sendiri membatasi pemberian uang itu dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 09.00 WIB atau selang satu jam.

"Awalnya uang akan diambil di terminal Tulungagung. Namun kemudian dengan memakai nomer baru, pelaku menelepon korban agar menemui di lapangan Kedungsuko," jelasnya.

Karena pindah lokasi, RSW menemui pelaku di dekat terminal Kedungsuko sekitar pukul 11.00 WIB. Korban juga menyerahkan uang sebesar Rp 3 juta.

"Kasus ini sedang kita lidik, kita akan ungkap siapa pelaku yang melakukan pemerasan ini," tegasnya.

Ciri pelaku saat datang menemui RSW, mengendarai sebuah kendaraan roda dua jenis Honda Beat. Kemudian setelah menerima uang dari korban, pelaku menyerahkan KTP dan SIM C milik RSW yang sebelumnya dirampas dan ditahan oleh dua orang yang mengaku oknum polisi tersebut.