Wakil Bupati Jember Drs. KH. Abdul Muqit Arief (foto : dok / Jatim TIMES)
Wakil Bupati Jember Drs. KH. Abdul Muqit Arief (foto : dok / Jatim TIMES)

Masyarakat Jember diminta waspada atas banyaknya makanan dan jajanan yang mengandung bahan kimia dan dijual bebas di pasaran. Wakil Bupati (Wabup) Jember Abdul Muqit Arief mengajak masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat. 

Salah satu pola hidup sehat itu, yakni banyak mengonsumsi buah-buahan dan sayuran organik. “Masyarakat dan khususnya orang tua, harus mengajari dan memperhatikan anak dan cucunya dengan memberikan makanan sehat, seperti buah-buahan," ucapnya. 

"Tidak jajan sembarangan, hindari makanan yang mengandung bahan kimia, terlebih bahan kimia yang banyak berada di jajanan anak-anak seperti pengawet makanan, perasa makanan, maupun pemanis makanan,” lanjut Abdul Muqit.

Dia menekankan bahwa masyarakat tetap harus menjaga pola hidup sehat. Meskipun, saat ini pemerintah sudah menerbitkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) sebagai jaminan kesehatan bagi warga yang kurang mampu. "Memang kalau sakit tidak perlu pusing mikir biaya berobat, tapi menjaga kesehatan tetap menjadi prioritas," tegasnya. 

“Mengonsumsi makanan yang sehat harus terus disosialisasikan agar masyarakat bisa menuju hidup sehat dan menuju Jember sehat,” tambahnya. Oleh karena itu, pola hidup mengonsumsi makanan maupun jajanan yang banyak mengandung bahan kimia ini harus diubah. 

Dia mengungkapkan, menuju Jember Sehat tidak cukup hanya dengan Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang saat ini sedang disalurkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember. “Pelan-pelan mengubah kehidupan dengan pola hidup sehat, seperti lingkungan yang bersih, makanan sehat, hidup sehat dengan berolahraga dan istirahat yang cukup,” jlentreh Wabup.

Abdul Muqit menegaskan bahwa pemberian KIS ini bertujuan agar masyarakat miskin tidak dipusingkan dengan biaya berobat ketika mengalami sakit. “Walaupun bapak ibu nanti sudah pasti  dapat KIS, sakit ndak usah bayar, tapi jangan sakit, salah satu bentuk hidup sehat yakni membiasakan menggunakan sarana MCK (mandi, cuci, kakus) untuk keperluan kebersihan diri,” pungkasnya. (*)