Wakil Bupati Jember Drs. KH. Abdul Muqit Arief saat menyerahkan piagam dan uang pembinaan kepada pemenang lomba (foto : izza / Jatim TIMES)
Wakil Bupati Jember Drs. KH. Abdul Muqit Arief saat menyerahkan piagam dan uang pembinaan kepada pemenang lomba (foto : izza / Jatim TIMES)

Festival Seni Hadrah Kebangsan Se-Jawa Timur dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional V tahun 2019 telah berakhir. Acara yang ditutup oleh Wakil Bupati Jember Drs. KH. Abdul Muqit Arief ini diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur.

“Dari sekian banyak kesenian, seni hadrah lah yang paling dekat dengan kehidupan santri dan pesantren, bahkan bisa dikatakan seni hadrah adalah seni yang akrab dengan kehidupan sebagai seorang muslim,” ujar Wakil Bupati Jember Drs. KH. Abdul Muqit Arief.

Wabup berharap seni yang kental dengan syiar keagamaan ini dapat bertahan dan terus berkembang seiring berkembangnya kesenian yang ada di Indonesia. Pemkab Jember sendiri melalui festival hadrah kebangsaan berupaya untuk melestarikan seni budaya yang sangat kental dengan kehidupan keagamaan ini.

“Banyak kreasi para peserta dalam perlombaan yang dapat bermanfaat bagi para pelaku seni hadrah yang ada di Kabupaten Jember,” ujarnya.

Wabup berpesan, agar Festival Hadrah Kebangsaan ini tidak hanya untuk mengejar juara, tapi menjadikan festival ini bagian dari bermunajat kepada Rasulullah. “Penampilan-penampilan ini tidak hanya untuk prestasi, tetapi juga bersenandung memuji Rasulullah yang kita yakini membawa keberkahan,” jelasnya.

Peserta lomba hadrah kebangsaan ini berasal dari Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Lamongan, Malang, Gresik, Probolinggo, Lumajang, serta Jember sendiri, dengan melibatkan dewan juri dari luar Jember untuk menjaga penilaian yang objektif. (*)