Kapolsek Ngunut, Kompol Siti Nurinsana di lokasi kebakaran (foto : Joko Pramono/ Jatim Times)

Kapolsek Ngunut, Kompol Siti Nurinsana di lokasi kebakaran (foto : Joko Pramono/ Jatim Times)


Editor

A Yahya


Untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran yang meluluhlantakkan Pasar Ngunut pada Jumat (8/11/19) kemarin, pihak Kepolisian telah memeriksa beberapa saksi. Termasuk kepala keamanan pasar, Heru dan salah satu pedagang berinisial GR.

"Dua yang kita periksa tadi malam (kemarin jumat)," kata Kapolsek Ngunut, Kompol Siti Nusrinsana, Sabtu (9/11/19).

Pemeriksaan terhadap GR dilakukan berdasarkan keterangan dari saksi Heru yang melihat GR keluar dari lokasi awal api muncul, sesaat sebelum terjadi kebakaran.

GR merupakan salah satu pedagang pisang di pasar Ngunut. GR mempunyai kebiasaan mematangkan pisang menggunakan karbit.

"GR pun yang diperiksa juga mengakui kebiasaannya itu. Bahkan, GR ini biasa tidur di teras teras toko," jelasnya.

Meski demikian pihaknya tak mau terburu-buru menentukan penyebab kebakaran itu. Saat ini dirinya masih fokus untuk mengumpulkan bahan dan keterangan serta mengamankan lokasi kebakaran.

Untuk mencari penyebab pasti kebakaran pihaknya akan dibantu oleh laboratorium forensik (labfor) dari Polda Jatim, yang rencananya akan melakukan olah TKP pada senin mendatang.

"Ya nanti ada bantuan dari labfor untuk penyelidikan ini. Mungkin hari senin labfor Olah TKP. Sementara ini, kita tutup yang menjadi pertama munculnya api," jelasnya.

Pasca terjadinya kebakaran, sejumlah pedagang di pasar Ngunut mencari sisa-sisa dagangannya.

Mereka berharap masih menemukan sisa-sisa barang berharga mereka di puing-puing kebakaran.

Seperti halnya Darni, pria paruh baya ini terlihat mengkorek sisa-sisa kebakaran di atas bekas lapak tempatnya berjualan.

Dirinya berharap masih menemukan uang simpanannya yang ditaruh dalam kaleng.

"Cari uang, kalau saja ada yang tersisa," ujar pria 58 tahun itu.

Doni sendiri sudah berpuluh tahun membantu adiknya berjualan barang dari plastik, seperti piring, baskom maupun alat-alat lainnya yang terbuat dari plastik.

Dirinya mulai mengorek bekas kebakaran sejak pukul 6 pagi lalu.

Seperti halnya Darni, Abdullah pedagang ikan asin juga mencoba mengumpulkan sisa-sisa barangnya. Dari lapak yang kini tinggal arang, dirinya berhasil mengumpulkan timbangan yang sudah rusak sebagian.

"Ada timbangan dan anak timbangannya, saya kumpulkan lalu saya bawa pulang," ujar Abdullah.

Dari kebakaran yang terjadi, 90 persen bangunan pasar rusak parah dan tak bisa digunakan lagi. Kerugian ditaksir sekitar 50 milyar lebih.

"Kerugian kurang lebih 50 milyar," ujar Kepala UPT Pasar Kg unit, Junaedi.

Kerugian itu diperkirakan lebih, mengingat belum dilakukan inventarisir kerugian.

Dalam kebakaran itu 15 los dan 70 kios terbakar. Dari data yang ada, sekitar 800 pedagang yang ada di pasar ini.

Rencananya untuk sementara, pedagang akan dipindah ke pasar hewan Kg unit, sedang pasar hewan akan dipindah ke Pasar Hewan Beji, Boyolangu.

Pembangunan pasar Ngunut yang terbakar, rencananya akan dimulai pada bulan Agustus 2020 mendatang.

Anggaran untuk pembangunanya akan dibantu oleh Pemprov Jatim melalui mekanisme bantuan keuangan (BK).

Pembangunanya baru bisa dilakukan pada akhir tahun 2020 nanti. Pasalnya untuk saat ini RAPBD sudah di bahas. Sehingga untuk pembangunan akan dianggarkan pada Perubahan APBD. 


End of content

No more pages to load