Jalan di Pasar Batu dipenuhi lumpur saat usai hujan. (Foto: istimewa)

Jalan di Pasar Batu dipenuhi lumpur saat usai hujan. (Foto: istimewa)


Editor

Heryanto


Kota Batu sempat diguyur hujan beberapa kali saat musim pancaroba ini. 

Saat hujan turun rupanya jadi kekhawatiran sendiri bagi masyarakat terutama di area Pasar Batu.

Bagaimana tidak, lantaran jalan rusak selama beberapa tahun terakhir membuat fasilitas itu menjadi becek. 

Hal ini pun membuat pedagang dan pengunjung mengeluh.

Kondisi ini menjadi perbincangan masyarakat Kota Batu. Terutama warganet, seperti halnya di media sosial facebook.

Salah satu warganet bernama Dino Morea mengirimkan foto yang diunggahnya dalam forum grup. 

Ada foto seorang pria yang mempraktekkan sedang memancing karena air berwarna cokelat itu menggenang.

Hanya saja rupanya foto seorang pria memancing itu bukan berada di Pasar Batu. Di sana foto itu dilengkapi dengan keterangan yang nyeleneh.

“Wahana baru mancing mania dan trail game di Pasar Batu gratis,” tulisnya. 

Memang sekilas saat melihat jalan yang lebar itu berlumpur layaknya area jalur trail.

Hal ini mendapatkan respons dari warganet lainnya. 

“Urunan trus d cor opo di aspal ra sambat ae (iuran lalu dicor apa diaspal agar tidak mengeluh daja),” komentar Kido Lemoe.

“Aspal e wes tak cepak ne.. (aspalnya sudah disiapkan) Kari wadul nak bu dewanti (tinggal melaporkan ke bu Dewanti) ... Kapan duit e lugur (kapan uangnya turun),” tulis Edwin Pradana.

“Jalan raya ae mek ditembeli (jalan raya hanya ditembel) ....opo maneh dalane pasar (apalagi jalannya pasar) ...ra bakal direken (gak bakal digubris),” komentar akun bernama Mata Matha.

“Itu strategi menyiksa biar seolah-olah pasarnya itu sangat kumuh tujuannya agar para pembelanja wegah (gak mau) dan akhirnya para pedagang yang menempati pasar menyerah terus manut dan investor membangun pasar biar dapat keuntungan besar.. gak sak juta rong juta.. milyaran... dari para pedagang.. jare wakiti...,” tulis Firman Edi Nugroho.


End of content

No more pages to load