Darni mencoba mencari barang berharga yang tersisa. (foto : Joko Pramono/Jatim Tines)

Darni mencoba mencari barang berharga yang tersisa. (foto : Joko Pramono/Jatim Tines)



Sejumlah pedagang Pasar Ngunut mencari sisa-sisa dagangannya pasca-terjadi kebakaran hebat di pasar itu, Sabtu, (9/11/19). Mereka berharap masih menemukan sisa-sisa barang berharga di puing-puing kebakaran.

Seperti halnya Darni. Pria paro baya ini terlihat membongkar sisa-sisa kebakaran di atas bekas lapak tempatnya berjualan. Dirinya berharap masih menemukan uang simpanannya yang ditaruh dalam kaleng. "Cari uang, kalau saja ada yang tersisa," ujar pria 58 tahun itu.

Darni sendiri sudah berpuluh tahun membantu adiknya berjualan barang dari plastik. Antara lain piring, baskom maupun alat-alat lainnya yang terbuat dari plastik. Dia mulai membongkar bekas kebakaran sejak pukul 6 pagi.

Seperti halnya Darni, Abdullah -pedagang ikan asin- juga mencoba mengumpulkan sisa-sisa barangnya. Dari lapak yang kini tinggal arang, dirinya berhasil mengumpulkan timbangan yang sudah rusak sebagian.

"Ada timbangan dan anak timbangannya. Saya kumpulkan lalu saya bawa pulang," ujar Abdullah.

Dari kebakaran yang terjadi, 90 persen bangunan pasar rusak parah dan tak bisa digunakan lagi. Kerugian ditaksir sekitar Rp 50 miliar lebih. "Kerugian kurang lebih Rp 50 miliar," ujar Kepala UPT Pasar Ngunut Junaedi.

Dalam kebakaran itu, 15 los dan 70 kios terbakar. Dari data yang ada, sekitar 800 pedagang yang beraktivitas di pasar ini.

Rencananya untuk sementara, pedagang akan dipindah ke Pasar Hewan Ngunut. Sedangkan pasar hewan akan dipindah ke Pasar Hewan Beji, Boyolangu.

Pembangunan Pasar Ngunut yang terbakar rencananya akan dimulai Agustus 2020 mendatang. Anggaran pembangunannya akan dibantu oleh Pemprov Jatim melalui mekanisme bantuan keuangan (BK).

Pembangunan Pasar Ngunut  baru bisa dilakukan pada akhir tahun 2020 nanti. Pasalnya, untuk saat ini RAPBD sudah dibahas. Sehingga anggaran pembangunan akan dianggarkan pada perubahan APBD.

 


End of content

No more pages to load