Kadisperindag dan Pasar Kabupaten Tulungagung saat mendengar keluhan pedagang Pasar Ngunut. (foto : Joko Pramono/Jatim Times)

Kadisperindag dan Pasar Kabupaten Tulungagung saat mendengar keluhan pedagang Pasar Ngunut. (foto : Joko Pramono/Jatim Times)



Untuk sementara waktu, Pemkab Tulungagung berencana mengalihkan aktivitas jual beli pedagang Pasar Ngunut ke Pasar Hewan Ngunut. Hal itu dilakukan agar aktivitas jual beli bisa tetap berlangsung sehingga para pedangang bisa tetap mencari nafkah setelah kebakaran hebat melanda Pasar Ngunut (8/11/2019).

"Rencananya akan kami pindahkan ke Pasar Hewan Ngunut," ujar Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pasar Kabupaten Tulungagung Imroatul Mufidah, Sabtu (9/11/19) di Pasar Ngunut.

Saat ini kondisi Pasar Ngunut tidak memungkinkan untuk aktivitas jual beli. Pasca-kebakaran, yang tersisa hanya bagian barat pasar. Sekitar 90 persen bagian pasar sudah rata dengan tanah.

Di sisi lain, para pedagang meminta bantuan permodalan kepada Pemkab Tulungagung. "Sekitar Rp 5 juta hingga Rp  20 juta, tergantung jenis dagangannya," terang Imroatul.

Pemberian bantuan dilakukan dengan mekanisme mempermudah pedagang memperoleh pinjaman lunak perbankan tanpa agunan.

Sementata itu,  Abdullah, pedagang ikan asin di Pasar Ngunut, meminta agar pemerintah memberikan bantuan modal bagi pedagang. Pasalnya banyak pedagang yang tak sempat menyelamatkan barang dagangannya saat kebakaran terjadi sehingga seluruh barangnya hangus terbakar. "Kalau bisa, ada bantuan modal dari pemerintah," ujar Abdullah.

Akibat kebakaran ini, aktiivitas 800 pedagang di Pasar Ngunut terhenti total. Pedagang berharap pemerintah setempat segera mengambil langkah agat mereka bisa beraktivitas seperti sedia kala.

Pasar Ngunut terbakar hebat pada Jumat (8/11/19) sore. Api mulai terlihat sejak pukul 17.30 sore di bagian selatan pasar.

 


End of content

No more pages to load