Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Sekretaris Daerah Provinsi Jatim Heru Tjahjono saat meninjau lokasi kebakaran Sabtu (9/11/19) dini hari). (foto : Joko Pramono/Jatim Times)

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Sekretaris Daerah Provinsi Jatim Heru Tjahjono saat meninjau lokasi kebakaran Sabtu (9/11/19) dini hari). (foto : Joko Pramono/Jatim Times)



Pembangunan Pasar Ngunut yang terbakar Jumat (8/11/2019) rencananya dimulai Agustus 2020 mendatang. Anggaran untuk pembangunannya akan dibantu Pemprov Jatim melalui mekanisme bantuan keuangan (BK).

Rencana bantuan itu diungkapkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawangsa saat meninjau Pasar Ngunut, Sabtu (9/11/19) dini hari tadi. "Nanti bisa mekanisme BK. Sharing-nya bisa 50 persen atau lebih," ujar wanita yang akrab disapa Budhe tersebut.

Namun pembangunanya baru bisa dilakukan sekitar akhir  2020 nanti. Pasalnya, saat ini RAPBD sudah dibahas sehingga pembangunan akan dianggarkan pada perubahan APBD. "Sekitar Agustus, menunggu perubahan APBD," ungkapnya.

Di sisi lain, Bupati Tulungagung Maryoto Birowo berencana sementara waktu para pedagang akan direlokasi di jalan sekitar pasar. Mereka akan dibuatkan kios darurat untuk melakukan aktivitas dagangnya sembari menunggu pembangunan pasar selesai. Selain itu, mereka akan direkomendasikan untuk mendapatkan kemudahan saat mengajukan modal di perbankan.

Dari data yang dimiliki pemkab, ada sekitar 800 pedagang yang beraktivitas di Pasar Ngunut. Pemkab akan melakukan inventarisasi pedagang mengingat 70 persen bangunan pasar sudah rata dengan tanah.

Untuk mengantisipasi aksi penjarahan, pihak kepolisian mengerahkan personelnya di sejumlah titik kumpul barang milik pedagang. "Sudah kami kerahkan personel untuk menjaga barang milik pedagang," ujar Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia.

Saat ditanya penyebab dan taksiran kerugian akibat kebakaran ini, japolres belum bisa menjelaskan. Dia masih menunggu perugas labfor dari Polda Jatim untuk melakukan olah TKP, jika api sudah padam. "Kami belum tahu, kami unggu hasil oleh TKP dulu," ujarnya.

Seperti diketahui, api meluluhlantakkan Pasar Ngunut di Kabupaten Tulungagung, Jumat (8/11/19). Api diketahui pertama sekitar pukul 17.30 sore.

Titik api berasal dari bagian selatan pasar sebelah barat, d belakang toko emas. Salah satu saksi mata, Hartono, mengungkapkan api sudah besar saat pertama dketahui  warga. 


End of content

No more pages to load