Wali Kota Malang Sutiaji saat menghadiri Bargaining on Mall (BOM) yang digelar DPMPTSP Kota Malang. (Humas Pemkot Malang).

Wali Kota Malang Sutiaji saat menghadiri Bargaining on Mall (BOM) yang digelar DPMPTSP Kota Malang. (Humas Pemkot Malang).



Mal layanan publik menjadi salah satu program yang tengah dibidik Pemerintah Kota Malang. Dalam waktu dekat, keberadaan mal layanan publik itu disebut-sebut akan segera terealisasi untuk mendekatkan setiap pelayanan kepada masyarakat.

Wali Kota Malang Sutiaji menyampaikan, sebelum mewujudkan mal layanan publik, setiap persiapan harus dilakukan sejak dini. Salah satunya adalah uji coba mal layanan publik melalui sebuah kegiatan. Kali ini melalui Bargaining on Mall yang digelar Dinas Penanaman Modal dan Layanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Malang sejak Jumat (8/11/2019) kemarin hingga Sabtu (9/11/2019).

Dalam kegiatan tersebut, ada banyak jenis layanan publik yang bisa dimanfaatkan masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, menurut Sutiaji, pemkot dapat mengukur respons masyarakat. Juga dapat melakukan evaluasi sejak awak sebelum kemudian membuka mal layanan publik.

"Sebelum mal layanan publik terbangun, kami bisa lihat respons masyarakat dan mengevaluasinya setelah kegiatan BOM ini," katanya saat membuka acara Bergaining on Mall (BOM) di Atrium Hall Malang City Point Jl Terusan Dieng, Jumat (8/11/2019) kemarin.

Sutiaji menyebut, mal layanan publik direncanakan untuk memudahkan proses pelayanan kepada masyarakat. Sehingga kegiatan layanan publik bisa dilakukan lebih dekat dan Pemkot Malang mampu melakukan upaya jemput bola. Dengan begitu, masyarakat tak lagi merasa kesulitan mengurus berbagai administrasi yang dibutuhkan.

Kepala DPMPTSP Kota Malang Erik Setyo Santoso menambahkan, selain memperlebar peluang investasi, BOM juga menjadi salah satu upaya rintisan mal layanan publik yang rencananya akan dibuat di Mal Alun-Alun Kota Malang.

"Karena dalam waktu dekat kami akan memiliki mal layanan publik. Itu menjadi penting untuk layanan publik karena selama ini kalau ke block office (kantor terpadu Pemkot Malang di Kedungkandang) terlalu jauh," katanya.

Konsep mal layanan publik sebelumnya memang sering disampaikan Wali Kota Sutiaji. Mal layanan publik direncanakan berlokasi di kawasan Mal Alun-Alun Kota Malang yang tepat berada di pusat kota.

Selama ini, tak sedikit masyarakat yang mengeluh saat akan mengurus dokumen kependudukan atau mengurus izin. Sehingga, mal layanan publik diharapkan mampu menjawab setiap kebutuhan masyarakat. 

 


End of content

No more pages to load