Pasar Ngunut saat api masih menyala. / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES

Pasar Ngunut saat api masih menyala. / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES



Pasar Ngunut, Kabupaten Tulungagung, terbakar hebat, Jumat (08/11) sekitar pukul 18.00 WIB. Detik-detik peristiwa itu menunjukkan api cepat membesar. Si jago merah masih berkobar besar  meski tim pemadam kebakaran sudah sampai di lokasi kebakaran.

"Api dari arah selatan dan menuju ke utara dan timur. Terus membesar hingga membubung asap hitam," kata Eko (50), warga sekaligus saksi yang berada di lokasi.

Eko melakukan dokumentasi berupa foto dan video kebakaran itu. Tampak api yang awalnya hanya asap putih semakin lama memerah dan melalap semua benda di tengah gelapnya malam.

"Ini damkar sudah sampai di lokasi, namun api masih sulit dilokalisir," kata saksi lain, Roni yang juga tampak sibuk mengambil gambar.

Kepanikan pemilik bedak atau lapak, baik di dalam atau di luar pasar, tampak terjadi. Sejumlah pemilik dengan kekuatan yang dimiliki berusaha menyelamatkan harta benda berupa dagangan dari dalam untuk dikeluarkan.

Sementara warga yang lewat makin menjadi masalah lantaran banyak yang berhenti untuk melihat dan mengabadikan kejadian itu lewat kamera HP masing-masing.

Petugas damkar Satpol PP Tulungagung dan kepolisian belum menyampaikan secara pasti asal mula api dan jumlah kerugian, baik kerugian material maupun korban jiwa. Hingga kini, api masih terus menyala dan menjadi perbincangan hangat di media sosial serta jagad nyata.

 


Sementara itu, Bupati Tulungagung Maryoto Birowo saat berada di lokasi kejadian berjanji akan membuatkan kios sementara bagi para pedagang sembari menunggu pembangunan pasar yang terbakar. "Nanti kami buatkan kios sementara bagi pedagang di sepanjang jalan sekitar pasar," ujarnya.

 

Selain itu, para pedagang direkomendasikan untuk mendapatkan kemudahan saat mengajukan modal di perbankan.

Dari data yang dimiliki oleh pemkab, ada sekitar 800 pedagang yang beraktivitas di pasar ini. Pemkab akan melakukan inventarisasib pedagang mengingat 70 persen bangunan pasar sudah rata dengan tanah.

Sementara itu, untuk mengantisipasi aksi penjarahan, pihak kepolisian mengerahkan personelnya di sejumlah titik kumpul barang milik pedagang. "Sudah kami kerahkan personel untuk menjaga barang milik pedagang," ujar Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia.

Saat ditanya penyebab dan taksir kerugian akibat kebakaran ini, kapolres belum bisa menjelaskanya. Polres masih menunggu petugas labfor dari Polda Jatim untuk melakukan olah TKP jika api sudah padam. "Kami belum tahu. Kami tunggu hasil oleh TKP dulu," ucapnya.

Hingga dini hari tadi, api masih menyala. Ada tujuh mobil pemadam kebakaran dan dua mobil suplai yang bersiaga di lokasi kebakaran.

 

 

Tag's Berita

End of content

No more pages to load