Petugas kepolisian saat melakukan razia terkait pengguna jalan yang melanggar lalu lintas (Foto : Dokumen MalangTIMES)

Petugas kepolisian saat melakukan razia terkait pengguna jalan yang melanggar lalu lintas (Foto : Dokumen MalangTIMES)


Editor

A Yahya


Jumlah pelanggaran lalu lintas di wilayah Hukum Polres Malang di tahun 2019, mengalami penurunan jika dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya. Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil Operasi Zebra Semeru 2019, yang yang baru saja berakhir beberapa waktu lalu.

Dijelaskan Kasat Lantas Polres Malang, AKP William Thamrin Simatupang, dalam 14 hari selama razia berlangsung hanya ada 1.913 pengguna jalan yang terjaring razia.

”Dari jumlah tersebut, 1.591 pengguna jalan kami beri tindakan tilang. Sedangkan sisanya, yakni 322 hanya kami berikan sanksi teguran,” terang anggota polisi yang akrab disapa William ini, Jumat (8/11/2019).

Jumlah tersebut, terpaut jauh jika dibandingkan dengan 2 tahun sebelumnya. Berdasarkan catatan yang dihimpun Polres Malang, pada Operasi Zebra tahun 2018 lalu. Polisi menjaring sebanyak 5.196 pengguna jalan yang melanggar lalu lintas. Ribuan pengemudi dan pengendara yang terjaring razia ini, ditindak secara tilang oleh petugas.

”Kebanyakan pengguna jalan yang melanggar lalu lintas ini, dikarenakan tidak memiliki SIM (Surat Ijin Mengemudi),” jelas William yang juga pernah menjabat sebagai Kasat Lantas Polres Ponorogo ini.

Banyaknya penguna jalan yang terjaring razia lantaran tidak memiliki SIM ini, dapat dibuktikan dari banyaknya STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) yang disita polisi. Pada tahun 2018 lalu, terdapat 4.669 STNK yang disita petugas sebagai barang bukti lantaran si pelanggar tidak memiliki SIM.

“Sekitar 55 persen pengendara yang kami tilang karena tidak memiliki SIM ini, berasal dari kalangan pelajar yang masih berusia dibawah umur (17 tahun),” ungkap perwira polisi dengan pangkat tiga balok dibahu ini.

Menurut William, usia pelajar yang terjaring razia, tetap nekat mengendarai R2 (sepeda motor) kendati mereka tidak memiliki SIM. Terbukti, pada saat itu sebanyak 4.991 kendaraan motor yang ditilang petugas. Ribuan pengendara motor itu, mayoritas ditilang polisi karena tidak memiliki SIM.

Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, Oprasi Zebra Semeru 2017 jumlah pengguna jalan yang terjaring razia juga lebih banyak jika dibandingkan dengan 2 tahun setelahnya.

Pada saat itu, amggota korps berseragam coklat ini menyemprit sebanyak belasan ribu pengguna jalan lantaran melanggar lalu lintas. ”Dari catatan kami, pada tahun 2017 lalu terdapat 12.446 pengguna jalan yang kami tilang dalam Operasi Zebra,” ujar William.

Pihaknya menambahkan, semakin menurunnya pengguna jalan yang terjaring razia ini, dapat diartikan  jika masyarakat saat ini sudah semakin sadar akan pentingnya menaati peraturan berlalu lintas. ”Dari analisa kami, rata-rata tilang terjadi karena tidak memiliki SIM. Oleh karena itu kami senantiasa mengoptimalkan pelayanan terkait pengurusan SIM, salah satunya melalui program Si Manis. Mengurus SIM saat ini sudah lebih mudah, bisa dilakukan dalam hitungan menit. Dampaknya jumlah pelanggaran bisa menurun secara signifikan,” pungkasnya.

 


End of content

No more pages to load