Salah satu pasangan pengantin yang mengikuti nikah masal saat prosesi akad nikah sambil menggendong anak (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

Salah satu pasangan pengantin yang mengikuti nikah masal saat prosesi akad nikah sambil menggendong anak (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)



Ratusan pasangan pengantin dari yang muda hingga usia puluhan tahun mengikuti nikah masal di Kota Malang. Sebanyak 283 pasangan sejak pagi tadi (Jum'at, 8/11) pukul 07.30 melakukan kirab sebelum menjalani proses akad nikah dan resepsi di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jl KH. Agus Salim, Kota Malang.

Mereka menjalani kirab mulai dari Jl Blitar – menuju Jl Bogor – Jl Veteran – Jl Sumbersari – Jl Gajayana – Jl MT. Haryono – Jl Soekarno Hatta – Jl Borobudur – Jl A. Yani – Jl Letjen S. Parman – Jl J.A. Suprapto – Jl Kahuripan – Jl Tugu (Memutar Alun – alun Tugu) – Jl Mojopahit – Jl Jendral Basuki Rahmad – Jl Perempatan Sarina – Jl Merdeka Utara.

Prosesi ini juga disambut kesenian tradisional, reog ponorogo dan beragam tarian nusantara hingga memasuki kawasan Pendopo Agung. Ada yang menarik dalam akad nikah masal kali ini, salah satu pasangan pengantin melakukan prosesi ijab qobul dengan menggendong anaknya yang masih balita.

Pasangan tersebut yakni, Lisa dan Arifin ternyata sudah menjalani pernikahan secara agama (siri) selama 14 tahun. Bahkan, mereka mengaku sudah dikaruniai 6 anak, yang salah satunya sudah menginjak kelas 3 SMP.



"Kita menikah supaya mendapat surat yang resmi biar tercatat secara negara. Anak 6 tapi yang satu sudah meninggal. Dengan ikut ini, ya biar ngurus dokumen anak lebih gampang. Karena dulu nggak punya kartu nikah, sekarang ikut ini ya senang," ungkap Arifin.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Malang Sutiaji bersama istri turut hadir dan menyerahkan dokumen pernikahan kepada salah satu pasangan pengantin. Menurut pria yang akrab disapa Aji ini, ajang nikah masal mampu memberikan efek yang baik bagi masyarakat. Terutama bagi mereka yang kesulitan mengurus dokumen pernikahan secara negara.
 


"Hari ini kita menjadi saksi atas kebahagiaan para mempelai. Karena terkadang, mengurus dokumen itu mereka susah, ini secara bersama-sama. Jadi kalau malu, juga temennya ini kan banyak, bersama-sama. Dengan nikah masal ini semuanya adminitrasinya resmi, bisa membangun kepercayaan diri semakin kuat," paparnya.


Sementara itu, Ketua Panitia Nikah Masal, Zainal Saifudin mengungkapkan dengan kegiatan nikah masal tersebut akan lebih mempermudah masyarakat dalam memiliki dokumen yang sah. Sehingga, pasangan pengantin bisa mendapatkan identitas yang layak.

"Kita ingin memberikan kemudahan bagi mereka yang harus memenuhi dokumen administrasi sipilnya. Sehingga yang semula tidak memiliki identitas layak, sekarang telah mendapat identitas yang sesuai hukum negara," pungkasnya.


End of content

No more pages to load