Konferensi pers Festival Mbois 4 di Digital Lounge (Dilo) Kayutangan, Kota Malang (Hendra Saputra)

Konferensi pers Festival Mbois 4 di Digital Lounge (Dilo) Kayutangan, Kota Malang (Hendra Saputra)



Festival Mbois 4 2019 yang bertema 'The Power of Collaboration Legacy' akan menjadi ajang pamer bagi pelaku ekonomi kreatif untuk mengenalkan berbagai produknya kepada masyarakat Kota Malang.

Kembali digelar oleh Malang Creative Fusion (MCF), festival ini sebenarnya sudah dimulai pada Senin (4/11/2019), tapi puncak acara akan diselenggarakan pada Sabtu dan Minggu (9-10/11/2019) yang terpusat di Kampung Heritage Kayutangan.

Sebanyak 30 komunitas akan mengisi pasar kreatif di event Festival Mbois 4 tahun ini. 

6 komunitas di antaranya akan memberikan pelatihan dan workshop di kampung Kayutangan pada puncak acara nanti. 

Sedangkan 2 komunitas akan berkolaborasi dalam ajang workshop branding dan vlog bersama dengan Dinas Perindustrian Kota Malang yang telah digelar di Hotel Pelangi Kota Malang.

Kepala Bidang Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, Elektronika, Telematika, Tekstil dan Aneka (Ilmatetta) Dinas Perindustrian (Disperin) Kota Malang, Drs. Fahmi Fauzan AZ menyampaikan, dalam hal ini pihaknya akan memberikan sebuah wadah bagi para pelaku ekonomi kreatif untuk menunjukkan produknya kepada masyarakat.

Hal itu juga ajang bagi Kota Malang mengenalkan industri kecil menengah (IKM) kepada khalayak bahwa produk asli 'Bhumi Arema' layak dipertimbangkan di pasar industri nasional bahkan internasional.

"Kreativitas itu selalu mengedepankan infklusifitas jadi harus bersifat terbuka dan tidak ada eksklusifitas. Dengan semakin banyaknya komunitas dan pelaku ekonomi kreatif akan bagus juga untuk Kota Malang," ujar Fahmi Fauzan AZ.

Dalam acara yang digelar Kayutangan Heritage itu nantinya akan menampilkan berbagai macam kreativitas seperti parade band pelajar, community show dan juga penampilan spesial dari beragam komunitas kreatif di kota Malang.

"Jadi acaranya nanti hanya pameran saja. Terdiri dari 16 subsektor pelaku kreatif. Seperti ada games, aplikasi, dan beragam studio lainnya," ucapnya Alfan Saputra, ketua panitia Festival Mbois 4.

Lebih lanjut Alfan menjelaskan, Festival Mbois 4 ini bukan hanya bersifat perayaan atau festival semata, tapi akan menjadi kolaborasi nyata dan prinsip 3C yakni connecting, collaborating dan commerce.

Karenanya, pada momen festival mbois 4 ini MCF berharap tidak hanya menjadi ajang kolaborasi di satu sektor saja. 

Akan tetapi bisa menjadi wadah untuk berkolaborasi di lintas subsektor yang mampu menguatkan ekosistem ekonomi kreatif di Kota Malang. 

"Melalui acara ini, kami memang ingin lebih turun ke masyarakat dengan menggelarnya di Kayutangan. Karena biasanya event seperti ini dilaksanakan di hotel. Jadi acara ini kesannya tidak menjadi segmented lagi," ucapnya.

"Kegiatan ini juga harus berbasis masyarakat, karenanya tempat ini (Kayutangan Heritage) cukup ideal, karena berada di pusat dan ada kampung yang sedang berkembang. Kami selaku dinas yang membidangi kegiatan ini memberikan keleluasaan kepada anak muda untuk mengeksplorasi ide nya untuk berkreasi," imbuh Fahmi Fauzan AZ mengakhiri.


End of content

No more pages to load