Ilustrasi.(Foto : Tribunnews)

Ilustrasi.(Foto : Tribunnews)



Pemerintah Kota Blitar melalui Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) kebut pembangunan fiber optik. Ditargetkan proyek yang memakan anggaran Rp 10 miliar itu rampung Desember 2019.

"Sekarang pembangunannya dikebut, sebab Desember 2019 ini harus selesai," kata Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kota Blitar, M Aminurcholis dilansir BLITARTIMES dari tribunnews.com.

Menurut dia, pembangunan jaringan fiber optik terus berlangsung. Pekerja memasang kabel optik di bawah tanah. Pekerja membuat lubang di sejumlah titik di Kota Blitar untuk memasang kabel optik.

Sesuai rencana, Diskominfotik membuat 131 titik fiber optik di Kota Blitar. Sejumlah titik fiber optik itu akan disambungkan ke semua instansi di lingkungan Pemkot Blitar. Termasuk di sejumlah sekolah yang ada di Kota Blitar.

"Dengan fiber optik ini kami ingin data di tiap OPD bisa terintegrasi. Selain itu, fiber optik ini untuk memperlancar jaringan informasi dan teknologi di Kota Blitar," paparnya.

Menurutnya, saat ini, sistem pelayanan di pemerintahan harus berbasis elektronik. Untuk itu, Diskominfotik mempersiapkan infrastruktur untuk mendukung sistem pelayanan berbasis elektronik dengan membangun jaringan fiber optik.

"Fiber optik ini juga bisa memaksimalkan fungsi fasilitas umum. Misalnya memaksimalkan fungsi kamera CCTV, traffic light, dan WiFi untuk masyarakat," lanjut dia.

Sekadar diketahui, pembangunan jaringan fiber optik di Kota Blitar sempat tertunda. Sesuai rencana pembangunan fiber optik dilakukan pada 2018. Tetapi, pembangunan fiber optik batal dilaksanakan pada 2018 karena gagal lelang.

Pemkot Blitar baru bisa merealisasikan pembangunan fiber optik pada 2019 ini. Anggaran untuk pembangunan jaringan fiber optik berasal dari APBD Kota Blitar sebesar Rp 10 miliar.

Sebelumnya Amminurcholis menyampaikan, pemasangan kamera CCTV dan fiber optik yang saat ini disiapkan Diskominfotik Kota Blitar merupakan bentuk komitmen dalam mewujudkan smart city di Kota Blitar.

"Dengan pengawasan secara jarak jauh, akan fokus pada tujuan fungsi untuk antisipasi keamanan atau pemantauan. Harapannya Kota Blitar dalam menuju smart city ini menjadi kota yang aman, nyaman bagi masyarakat Bumi Bung Karno dan wisatawan,” tandasnya.(*)


End of content

No more pages to load