Salah satu peserta bazar saat mengolah ikan. (eko Arif s /JatimTimes)

Salah satu peserta bazar saat mengolah ikan. (eko Arif s /JatimTimes)



Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Perikanan kembali menggelar bazar ikan. Bazar ikan ini, yang digelar setiap awal bulan, berlangsung selama tiga hari mulai 6-8 November 2019 di depan Kantor Dinas Perikanan Kabupaten Kediri Jalan Pamenang.

Bazar ikan diikuti sejumlah kelompok  pengolah dan pemasaran ikan yang ada di Kabupaten Kediri. Mereka menampilkan kreasi serta inovasi berbagai masakan dengan menu dan  varian berbahan dasar ikan.

Menurut Plt Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kediri Nur Hafidz, kegiatan bazar ikan digelar setiap bulan sekali. Ini merupakan salah satu upaya untuk membantu masyarakat yang bergerak dalam pengolahan perikanan. Sedangkan  dinas menyediakan sarana promosi.

"Sejak  Juli 2019, kami kumpulkan kelompok pengolah dan pemasaran ikan. Disepakati mengadakan bazar ikan di depan kantor Dinas Perikanan satu bulan sekali setiap awal bulan," jelasnya, Kamis (7/11/19).

Hal tersebut dimaksudkan sebagai upaya untuk mengenalkan produk-produk olahan ikan. Juga sebagai sarana pengenalan kepada masyarakat bahwa konsumsi ikan itu penting dikarenakan protein ikan itu sangat tinggi sehingga bergizi dan banyak omega yang sangat penting bagi kecerdasan anak. Selain itu, ikan  tidak menyebabkan kolesterol, karena kandungan ikan asam lemaknya adalah asam lemak tak jenuh.

 Acara ini sekaligus untuk meningkatkan masyarakat dalam mengkonsumsi ikan. Dari data di Kabupaten Kediri, konsumsi ikan masih 21 kg per kapita pertahun. Padahal di tingkat nasional sudah hampir mencapai 50 kg.

"Sedangkan di Jawa timur tingkat konsumsi sudah mencapai 35 kg per kapita per tahun. Sehingga kami kenalkan produk-produk kami melalui bazar ikan. Dengan inovasi dan keanekaragaman pengolahan bahan dasar ikan, nantinya masyarakat menjadi tertarik," ungkapnya.

Ada hal baru yang ditampilkan dalam gelaran bazar ikan. Misalnya  kreasi masakan ikan yang dijajakan oleh salah satu kelompok pengolah dan pemasaran  ikan, Yahani Sri Susanti, warga Dusun Swalo, Desa Sambirejo, Pare. Dalam gelaran bazar ikan, ia menampilkan kreasi olahan masakan dari bahan baku ikan patin dikreasikan untuk dibuat roti brownis ikan.

Menurut Yahani , dirinya mendapatkan ide kreasi ikan dibuat roti brownis setelah dikirim sebagai perwakilan dari Dinas Perikanan Kabupaten Kediri untuk mengikuti pelatihan di UPT Malang beberapa waktu yang lalu. "Awalnya dalam pelatihan tersebut saya diberi cara mengolah masakan ikan, yang pada saat itu diajari cara membuat krupuk semiler dari bahan ikan,"kata dia.

Selain itu, masih kata Yahani , di Dinas Perikanan juga sering dilakukan pelatihan dan  pembinaan. Kemudian muncul ide untuk membuat roti brownis dari bahan baku ikan patin.

"Pada waktu itu kami dikasih oleh tetangga bibit ikan lele yang sudah afkir. Dengan diberi bibit ikan lele yang sudah afkir, kami berinovasi untuk membuat kue dari bahan dasar ikan," ungkap dia.

Yahani menuturkan, pertama membuat kue ikan, dirinya mengalami kesulitan dan kegagalan karena hasil kue yang dibuat masih berbau amis. Sehingga munculah ide untuk dicampur dengan bahan cokelat yang bisa menghilangkan bau amisnya.

"Dari situlah akhir kami membuat kue brownis dengan bahan dasar ikan patin. Selain itu, bisa dengan menggunakan ikan lele atau ikan jenis yang lain, "ujar dia.

Selain kue brownis ikan, dirinya juga berkreasi membuat stik ikan, kerupuk semiler dan juga dawet ikan.

 

 


End of content

No more pages to load