Ketua Kelompok Tani Petani Abadi Dusun Salam Ali Yasa bersama Isnawan selaku PPL wilayah setempat.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

Ketua Kelompok Tani Petani Abadi Dusun Salam Ali Yasa bersama Isnawan selaku PPL wilayah setempat.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)


Editor

A Yahya


Tembakau mulai jadi primadona di kalangan petani Desa Kedawung, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Warga berharap tanaman tembakau mampu meningkatkan taraf hidup mereka. Antusiasme warga ini setelah suksesnya program Sekolah Lapang di desa setempat. Dari program ini, beberapa petani setempat sukses panen tembakau jenis Virginia di puncak musim kemarau tahun ini.

Ketua Kelompok Tani Petani Abadi Dusun Salam, Desa Kedawung, Ali Yasa, mengatakan setelah mendapatkan program SL-GAP (Sekolah Lapang Good Agricultural Practices) dari Dinas Pertanian, banyak petani setempat yang menilai menanam tembakau lebih menguntungkan dibanding dengan tanaman yang lain semacam padi dan jagung. Ini karena menanam padi dan jagung sudah menjadi tradisi masyarakat di Blitar utara.

“Berkat SL, petani yang menanam tembakau awalnya hanya 1-2 orang saja kini terus bertambah (yang ingin menanam tembakau). Untuk musim kemarau, tembakau adalah tanaman yang sangat prospektif untuk ditanam, karena tidak membutuhkan banyak air. Sejauh ini ada sekitar 10 petani yang siap menanam tembakau,” ungkap Ali Yasa ditemui BLITARTIMES dirumahnya, Rabu (6/11/2019).

Ali menambahkan, setelah adanya SL-GAP (Sekolah Lapang Good Agricultural Practices) hasil panen tembakau petani juga meningkat. Dimana yang awalnya hanya 24-25 ton per hektar, kini menjadi hampir 3 ton per hektar. Bahkan desa Kedawung pada tahun ini menjadi satu-satunya desa di Kabupaten Blitar yang sukses panen raya tembakau. Panen raya di lahan seluas 5 hektar dipimpin langsung Bupati Blitar Rijanto pada 17 September 2019.

“Hasil panen meningkat dan petani semakin antusias dengan tembakau. Harapan kami, Dinas Pertanian dan Pangan terus bekerjasama dan memberikan pendampingan kepada petani. Bantuan seperti irigasi dan lainnya harapan kami diberikan, agar tanaman tembakau bisa lebih baik dari tahun ini,” tukasnya.

Terlecutnya semangat warga Desa Kedawung menanam tembakau tak lepas dari inovasi program Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Blitar. Kasi Penyuluhan Dinas Pertanian dan Pangan, Anita Arif Rahayu, mengatakan pihaknya akan terus mendampingi petani di Desa Kedawung, salah satunya dengan mengoptimalkan kinerja penyuluh pertanian lapang (PPL).

“PPL akan kita optimalkan mendampingi petani disana agar menanam tembakau sesuai GAP seperti yang disampaikan Balittas Malang,” ungkap Anita.

Lebih lanjut Anita pun berharap PPL agar menyebarluaskan informasi mengenai tembakau kepada masyarakat di luar yang mengikuti SL kemarin.”Tentunya kita juga ada kegiatan lanjutan bagi mereka. Cuma kita menyesuaikan dengan anggaran yang ada,” tuntasnya.(kmf)


End of content

No more pages to load