Ilustrasi.(Foto : bbc.com)

Ilustrasi.(Foto : bbc.com)



Kota Blitar masih aman dari penyebaran penyakit difteri. Dinas Kesehatan telah turun ke lapangan memantau sekolah, lingkungan dan fasilitas kesehatan, hasilnya petugas tidak menemukan kasus difteri.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Blitar, Didik Jumianto, dilansir BLITARTIMES dari situs resmi Pemkot Blitar, Rabu (6/11/2019), mengatakan saat, saat petugas melakukan pemeriksaan ke beberapa fasilitas kesehatan, memang ada beberapa pasien yang dicurigai terinfeksi Difteri, tetapi hasil laboratorium menyatakan negatif, karena pasien hanya menderita infeksi tenggorokan biasa.

“Meski negatif, petugas tetap melakukan pemantauan dan pemeriksaan ke sekolah pasien itu, tetap hasilnya nihil, tidak ada temuan suspect atau siswa yang dicurigai terinfeksi Difteri,” ungkap Didik.

Didik menambahkan, selain ke sekolah, petugas juga mendatangi lingkungan sekitar rumah tinggal pasien-pasien itu. Selain memeriksa tetangga dan keluarga, petugas juga bertanya terkait kondisi lingkungannya. Dari kegiatan itu, petugas tidak menemukan warga yang dicurigai Difteri.

“Meski Kota Blitar aman dari Difteri, kami berharap warga segera ke puskesmas atau rumah sakit, jika mengalami gangguan tenggorokan, demam dan batuk pilek, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” tegas dia.

Sekedar diketahui, sepanjang tahun 2019, Dinkes Kota Blitar mendapat 3 laporan pasien suspect Difteri, dua pasien di awal tahun, dan satu pasien bulan ini. Namun demikian dari hasil laboratorium semuanya dinyatakan negative.

Difteri adalah infeksi bakteri pada hidung dan tenggorokan. Meski tidak selalu menimbulkan gejala, penyakit ini biasanya ditandai oleh munculnya selaput abu-abu yang melapisi tenggorokan dan amandel.

Bila tidak ditangani, bakteri difteri bisa mengeluarkan racun yang dapat merusak sejumlah organ, seperti jantung, ginjal, atau otak. Difteri tergolong penyakit menular berbahaya dan berpotensi mengancam jiwa, namun bisa dicegah melalui imunisasi.(*)


End of content

No more pages to load