Situasi pelayanan di RSUD Jombang. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

Situasi pelayanan di RSUD Jombang. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)


Pewarta

Adi Rosul

Editor

Heryanto


Klaim pembayaran BPJS Kesehatan ke RSUD Jombang menunggak hampir Rp 60 miliar. Akibatnya, rumah sakit berplat merah milik Pemkab Jombang ini harus berhutang untuk pengadaan obat-obatan.

Tunggakan klaim BPJS Kesehatan ini belum terbayarkan sejak Juni - Oktober 2019. Pada periode Juni - Agustus saja, klaim BPJS Kesehatan ke RSUD Jombang yang sudah jatuh tempo mencapai Rp 33,5 miliar. Sedangkan, periode September-Oktober yang masih dalam proses verifikasi mencapai kisaran Rp 25 miliar.

"Yang sudah harus dibayarkan itu 33,5 miliar, karena itu sudah masuk piutang dan sudah jatuh tempo. Jadi kalau kita total hampir 60 miliar dalam 5 bulan ini," ungkap Direktur RSUD Jombang dr Pudji Umbaran saat diwawancarai di kantornya, Jalan KH Wahid Hasyim, Kecamatan/Kabupaten Jombang, Rabu (6/11).

Kendati begitu, pihak RSUD Jombang tetap berusaha untuk tetap memberikan pelayanan kesehatan. Dalam menjalankan pelayan ini, pihak rumah sakit harus memutar otak untuk memenuhi semua kebutuhan pelayanan kesehatan.

Dikatakan Pudji, akibat keterlambatan pembayaran klaim BPJS ini, pihak rumah sakit harus berhutang ke penyedia farmasi untuk memenuhi kebutuhan obat-obatan di RSUD Jombang.

Total hutang obat-obatan RSUD Jombang ke penyedia farmasi, kata Pudji, sudah mencapai Rp 35 miliar. Hutang tersebut dalam kurun waktu Juni hingga Agustus, atau selama klaim BPJS belum terbayarkan.

"Ya kami melakukan negosiasi ke penyedia kefarmasian, bahwa pembayaran harus kita atur sedemikian rupa dengan penjadwalan jatuh tempo. Yang jatuh temponya sudah lama kita bayar dulu, yang jatuh temponya masih beberapa minggu terkahir ini kita tangguhkan dahulu. Dan itu dalam bentuk hutang," ungkapnya.

Menurut penjelasan Pudji, biaya belanja untuk kebutuhan pelayanan RSUD Jombang setiap bulannya mencapai Rp 12 miliar. Untuk itu, ia berharap segera ada pembayaran dari pihak BPJS Kesehatan.

Pudji mengaku, sudah bertemu dengan pihak BPJS Kesehatan dan dijanjikan akan dilakukan pembayaran untuk tagihan di bulan Juni saja. "Kami betul-betul berharap BPJS memahami kondisi ini di lapangan, dan kami segera dibayarkan piutang kami yang begitu besar. Sehingga bisa segera kami belanjakan," tandasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Humas BPJS Kesehatan Cabang Mojokerto Budi Setiyawati menuturkan, klaim pembayaran ke RSUD Jombang yang sudah jatuh tempo mencapai sebesar Rp 36.831.528.111. Sedangkan yang belum jatuh tempo sebesar Rp 1.199.109.800.

"Sehingga secara total untuk klaim RSUD Jombang sebesar Rp 38.030.637.911," jelasnya," saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Sementara, ditanya soal kapan pembayaran tunggakan BPJS tersebut dilakukan, Budi Setiyawati masih belum bisa memastikannya. "Menunggu, pokoknya masih menunggu," pungkasnya. (*)

 


End of content

No more pages to load