Para mahasiswa Prodi Pendidikan Geografi gang mengikuti penanaman softskill Kewirausahaan Melalui Analisis Potensi Wilayah(Unikama for MalangTIMES)

Para mahasiswa Prodi Pendidikan Geografi gang mengikuti penanaman softskill Kewirausahaan Melalui Analisis Potensi Wilayah(Unikama for MalangTIMES)



Program Studi (Prodi) Pendidikan Geografi, Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) menggelar kegiatan penanaman soft skill (31/10/2019) bertema "Kewirausahaan Melalui Analisis Potensi Wilayah". Hal itu didasari melihat potensi yang ada, dimana banyak mahasiswa Unikama berasal dari NTT dan para orang tuanya banyak yang menjadi petani kopi.

Agung Suprianto, S.Pd, M.Pd, pemateri dalam seminar Kewirausahaan Melalui Analisis Potensi Wilayah itu, menjelaskan selama kurun waktu 2 tahun terakhir trend bisnis atu usaha berkaitan kopi memang tengah naik daun serta sangat berkembang pesat.

”Melalui kopi kami ingin membuat mahasiswa bisa mengangkat daerah asal mereka. Karena banyaknya kopi single original yang akan membawa nama daerah kopi tersebut ditanam. Apalagi, mayoritas orang tua mahasiswa dari NTT merupakan petani kopi dan memiliki kebun kopi,” ungkap pemateri yang berasal dari lingkungan Unikama.

Kegiatan seperti ini nantinya juga akan dilakukan secara berkelanjutan. Sehingga, apa yang diharapkan bisa benar-benar tercapai dengan hasil yang memuaskan. Di sini para mahasiswa juga akan diberikan  pelatihan tentang bagaimana mengolah kopi.

“Kami berharap kampus Unikama bisa memberikan wadah untuk pengembangan usaha kopi sehingga mereka yang berasal dari NTT bisa membantu memajukan daerah mereka dan menambah meningkatkan perekonomian,” paparnya.

Sementara itu, Dosen Prodi Pendidikan Geografi, Achmad Maulana Malik Jamil, S.Si., M.Eng menjelaskan dalam kegiatan ini terdapat hubungan dengan mata kuliah Geografi Pertanian. Para mahasiswa yang mengampu mata kuliah ini, nantinya akan mendapatkan wawasan atau pengetahuan baru, khususnya dibidang usaha pertanian kopi.

Pihaknya juga berharap ke depan kegiatan seperti ini bisa diikuti lebih banyak lagi mahasiswa di luar Prodi Pendidikan Geografi saja. 

"Mahasiswa dari semua prodi bisa mengikuti kegiatan seperti ini agar semua mahasiswa mandapatkan ilmu tentang cara mengolah dan pemasaran kopi," pungkasnya.

 


End of content

No more pages to load