Kebakaran hutan di Gunung Arjuno-Welirang beberapa waktu lalu
Kebakaran hutan di Gunung Arjuno-Welirang beberapa waktu lalu

Sejumlah persoalan dan kasus yang menjadi perhatian masyarakat juga menjadi sorotan dalam pandangan umum sidang paripurna DPRD Kabupaten Pasuruan. Fraksi-fraksi di dewan mendesak agar persoalan masyarakat ini mendapat perhatian dari Pemkab Pasuuan.

Beberapa kasus yang yang semper menjadi isu publik di antaranya, dugaan malpraktik di RSUD Bangil yang mengakibatkan seorang pasien meninggal dunia. Persoalan limbah industri, bencana kekeringan air bersih yang masih dialami masyarakat hingga aksi joget-joget di kawasan wisata Pintu Langit yang berbarengan dengan kebakaran hutan di lereng Gunung Arjuno.

Diawali dengan ucapan belasungkawa, Fraksi Partai NasDem menyampaikan dukacita atas meninggalkan pasien di RSUD Bangil yang disebabkan dugaan kelalaian dokter. Ironisnya, sang dokter justru telah mengajukan pengunduran tanpa tersebut dulu diberikan sanksi administratif.

“Kami yakin bahwa kita semua masih memiliki hati nurani, bahwa ‘pembantaian tersistematis’ hingga hilangnya nyawa seseorang adalah perbuatan keji dan biadab. Setelah peristiwa itu, pengaduan masyarakat atas buruknya pelayanan RSUD Bangil justru semakin membanjir,” kata Eko Suryono, juru bicara Fraksi NasDem.

Peristiwa kebakaran hutan di pegunungan Arjuno-Welirang, lanjut Eko, telah berakibat pada rusaknya ekologi dan ekosistem di kawasan tersebut. Kerja keras para relawan dan pegiat lingkungan yang berjibaku memadamkan kobaran api di hutan tidak mendapat dukungan dari Pemkab Pasuruan.

Bahkan pada saat bersamaan, Pemkab Pasuruan tengah merayakan hari jadinya dan bergembira ria bersama artis ibukota Ari Lasso di kawasan wisata Pintu Langit. Kawasan wisata milik Syaifullah Yusuf yang tak lain adalah kakak bupati Pasuruan ini juga berdekatan dengan para relawan yang berjuang memadamkan kobaran api.

“Aksi kepedulian dan solidaritas masyarakat dalam melihat permasalahan bencana alam belum diikuti secara seksama dan bijaksana oleh Pemkab Pasuruan. Bahkan untuk sekedar logistik nasi bungkus bagi mereka yang berjuang menjaga keselamatan hutan. Mereka justru mendengar tepuk tangan dan sorak sorai gembira dari Pintu Langit,” tandas Eko Suryono.

Fraksi Partai Gabungan juga mengingatkan Pemkab Pasuruan akan persoalan limbah industri yang kerap dikeluhkan masyarakat. Air limbah yang mengalir ke sungai telah mencemari air yang menjadi kebutuhan masyarakat dan petani.

“Limbah industri telah mencemari air sungai menjadi bau busuk dan berwarna hitam pekat. Para petani juga merasakan dampak buruk atas kualitas air yang tercemar limbah industri. Pemkab Pasuruan harus tegas dalam menangani persoalan limbah industri,” kata Najib Setiawan, juru bicara Fraksi Gabungan.