Kepala Kantor Perwakilan BI Malang Azka Subhan (kiri) bersama owner Amstirdam Sivaraja. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)

Kepala Kantor Perwakilan BI Malang Azka Subhan (kiri) bersama owner Amstirdam Sivaraja. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)



Saat ini, kopi telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat, termasuk generasi milenial.

Tak hanya itu, kopi juga diketahui sebagai komoditas yang memiliki nilai ekonomis.

Keanekaragaman kopi di Indonesia merupakan potensi yang besar bagi ekonomi masyarakat. Tak terkecuali di wilayah Jawa Timur. 

Kopi dapat menjadi satu produk andalan ekspor serta dapat meningkatkan perkembangan ekonomi daerah Jawa Timur.

Bank Indonesia pun bakal mendukung perkembangan ekspor kopi di Jawa Timur, khususnya wilayah  Malang Raya dan Pasuruan.

Salah satunya dengan menggelar Festival Kopi Malang Raya Artcofest 2019.

Festival Kopi Malang Raya Artcofest sendiri merupakan event kolaborasi kopi yang bekerjasama dengan Universitas Brawijaya (UB) dan Penggiat Kopi Malang Raya, mulai dari petani kopi, coffee shop, roastery, dan pemerintah daerah.

Tujuan event ini, selain mengenalkan kopi lokal, juga untuk meningkatkan transaksi ekonomi, penguatan rantai nilai kopi yang lebih efektif dan efisien dalam mendorong nilai tambah kopi.

Selain itu juga sebagai wadah peningkatan kapasitas dan keahlian pelaku kopi lokal untuk menghasilkan kopi yang berkualitas.

"Kenapa kopi? Karena komoditas lainnya seperti bawang putih itu sudah dikenal dan diekspor. Nah, BI sekarang fokus untuk mendukung komoditas kopi," ucap Kepala BI Malang, Azka Subhan dalam konferensi pers di Amstirdam Coffe, Senin (4/11/2019).

Untuk ekspor kopi lokal di Malang sendiri, produksi kopi Dampit, dijelaskan Azka, sudah berhasil mengekspor hingga ke Korea, Jepang, Eropa dan Amerika. 

Sedangkan kopi Prigen berhasil mengekspor hingga ke negara Prancis.

"Kalau untuk detail angkanya saya lupa, yang jelas dari dua produksi kopi itu sudah membantu perekonomian sekitar karena berhasil mengembangkan komoditasnya," ungkapnya.

Artcofest akan diselenggarakan pada 30 November hingga 1 Desember 2019 di Gedung Samantha Krida UB. 

Event tersebut diharapkan dapat mengenalkan kopi dari berbagai kalangan hingga ke mancanegara.

"Event ini bisa terbilang besar pertama kalinya di Malang. Semoga kopi Indonesia dapat lebih berjaya, dan Artcofest menjadi sejarah baru bagi majunya industri kopi lokal untuk dikenal dunia," pungkasnya.


End of content

No more pages to load