Kemenko Perekonomian RI dan TPID DKI Jakarta saat tinjauan lapang ke Koperasi Putera Blitar melihat potensi telur ayam

Kemenko Perekonomian RI dan TPID DKI Jakarta saat tinjauan lapang ke Koperasi Putera Blitar melihat potensi telur ayam



Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI mengaku puas dengan potensi Kabupaten Blitar di sektor telur ayam. Hal ini disampaikan setelah Staf Ahli Ekonomi dan Kemaritiman Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Edi Prio Pambudi melaksanakan kunjungan ke Kabupaten Blitar pada Jumat (1/11/2019) kemarin.

Kunjungan ke Koperasi Ayam Petelur  Putera Blitar di Desa Dadaplangu, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar tersebut dilaksanakan bersama-sama dengan Joko Raharjo (Perwakilan Bank Indonesia Jakarta), PT Food Stasion dan Perusahaan Daerah Pasar Jaya (BUMD DKI Jakarta), Perusahaan Sayurbox dan Perwakilan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Wilayah Kediri.

“Dari kunjungan ini Kemenko Perekonomian melihat Kabupaten Blitar memiliki potensi besar di sektor telur ayam. Untuk koperasi Putera Blitar saja, per hari kita bisa memproduksi 120 ton. Sementara yang kita kirim ke DKI berdasarkan MoU, itu 160 ton tiap bulan,” terang Kabag Ekonomi dan Pembangunan Setda Kabupaten Blitar, Ulfie Zulfiqar S, ditemui awak media di ruang kerjanya, Senin (4/11/2019).

Dikatakannya, dari tinjauan lapang ini, Kemenko Perekonomian akan mendorong Kabupaten Blitar untuk mengirim telur ayam ke daerah lain selain DKI. Tak hanya itu, setelah mampu mencukupi kebutuhan telur nasional, Kabupaten Blitar juga akan didorong mensuplai kebutuhan telur di level internasional.

“Kemenetrian melihat Kabupaten Blitar mampu untuk memenuhi kebutuhan telur nasional. Karena per hari saja kita mampu memproduksi 120 ton telur. Data 120 ton ini hanya Koperasi Putera Blitar saja lho, belum peternak yang tidak gabung koperasi. Artinya apa?, produksi telur kita sangat melimpah ruah,” paparnya.

Menurut Ulfie, meski stok melmpak, namun agar bisa mencukupi pasokan telur nasional dan internasional maka Kabupaten Blitar harus berbenah.

”Kementrian kemarin menyampaikan untuk digitalisasi, dalam arti digitalisasi data telur. Secara keseluruhan, kementerian melihat untuk pasokan sudah siap. Namun butuh pembenahan, mulai dari standart operasional prosedur (SOP) hingga peningkatan SDM peternak. Setelah pasar domestic terpenuhi, kita akan didorong untuk ekspor, tapi bisa jadi SOP di Negara tertentu tidak sama, jadi kita harus menyesuaikan,” paparnya.

Dihari yang sama sebelum pelaksanaan kunjungan ke Blitar, digelar pertemuan dalam rangka penjajakan kerjasama pasokan komoditas bawang merah, cabai merah, dan telur ayam ras di Hotel Grand Surya Kediri. Pertemuan tersebut dihadiri oleh seluruh pemerintah daerah di wilayah eks Karesidenan Kediri meliputi Kabupaten Kediri, Kabupaten Tulungagung dan Kabupaten Blitar.

“Dalam kunjungan ini, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dari Jakarta bersama Menko Perekonomian melakukan penjajakan kerjasama . Kami dari Kabupaten Blitar menawarkan cabai keriting dari Kecamatan Binangun yang beberapa waktu lalu baru saja panen raya. Kami juga menawarkan ayam pedaging,” ungkap

Dijelaskan, tawaran ini disambut positif. Rencananya Rabu besuk tim dari Jakarta akan penjajakan cabai ke Binangun. Sementara untuk ayam pedaging tim meminta Pemkab Blitar segera melakukan koordinasi dengan PD Darma Jaya selaku BUMD DKI yang menangani bisnis ayam pedaging.

“Untuk cabai, PD Pasar Jaya yang ikut ke Blitar berjanji menindaklanjuti tawaran ini dengan berkunjung ke Binangun. Rencananya Rabu besuk. Sekalian kami juga akan mengajak mereka melihat potensi telur puyuh. Harapan kami, kerjasama ini bila jadi akan dapat mengangkat ekonomi petani dan peternak,” paparnya.(kmf)


End of content

No more pages to load