Fakultas Saintek UIN Malang. (Foto: istimewa)

Fakultas Saintek UIN Malang. (Foto: istimewa)



Pembangunan gedung (sarana dan prasarana) serta peningkatan SDM akan dilejitkan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki) Malang dalam kurun waktu empat tahun ke depan. Untuk menyukseskannya, UIN Malang telah mendapatkan bantuan senilai Rp 1 triliun dari Saudi Fund for Development (SFD).

Tak hanya itu. UIN Malang juga akan membuka empat program studi teknik. Hal ini disampaikan  Rektor UIN Malang, Prof Dr Abdul Haris MAg kepada MalangTIMES saat ditemui di Gedung Rektorat UIN Malang.

"Yang kami harapkan, 2020 kami sesungguhnya akan membuk empat  prodi teknik. Ini sejalan dengan program Saudi Fund for Development," ucapnya.

Haris mengungkapkan, yang diinginkan Saudi Fund for Development tersebut memang  prodi-prodi teknik. Pembukaan prodi tersebut akan menjadi prioritas dan segera dilakukan. Meski demikian, tentu ada pengkajian terlebih dahulu.

"Nanti kita kaji dulu. Ada studi kelayakan yang pas seperti apa teknik itu," katanya. "Dan itu segera. Karena kalau tidak segera dibuka, akan membebani," timpal Haris.

Karena itu, nantinya juga akan ada pemecahan fakultas saintek (sains dan teknologi). "Dan mungkin ini sekaligus ada pemecahan fakultas saintek jadi fakultas teknik dan fakultas sains," ungkap Haris.

Seperti yang diketahui, Fakultas Saintek UIN Malang terdiri atas jurusan matematika, biologi, fisika, kimia, teknik informatika, teknik arsitektur, serta jurusan perpustakaan dan ilmu informasi.

Rencananya, jurusan fisika, kimia, biologi, dan yang berhubungan dengan sains akan masuk ke fakultas sains. Sementara fakultas teknik terdiri atas teknik informatika, teknik arsitektur (untuk sementara), dan empat prodi teknik yang akan dibuka nanti.


End of content

No more pages to load