Mengenakan penutup kepala, ketiga pelaku perjudian di Pilkades serentak di Jombang saat dihadiri dalam pers rilis ungkap kasus judi Pilkades. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

Mengenakan penutup kepala, ketiga pelaku perjudian di Pilkades serentak di Jombang saat dihadiri dalam pers rilis ungkap kasus judi Pilkades. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)


Pewarta

Adi Rosul

Editor

Heryanto


Dua orang pengepul dan satu orang penembak judi pemilihan kepala desa (Pilkades), di Desa Sentul, Kecamatan Tembelang, Jombang Jawa Timur, diamankan Polisi.

Para pelaku yang berhasil diamankan oleh Satgas Anti Judi Pilkades Polres Jombang ini adalah Puji Slamet Raharjo (28), Yuliati (52) dan Nandung Permana (32). 

Ketiganya merupakan warga Dusun/Desa Sentul, Kecamatan Tembelang, Jombang. 

Mereka ditangkap pada Minggu (3/12) dini hari tadi.

Terbongkarnya praktik judi tersebut, berawal dari adanya laporan warga yang diterima oleh anggota Satgas Anti Judi Pilkades. 

Laporan itu mengungkap adanya praktik judi Pilkades di Desa Sentul, Kecamatan Tembelang.

"Sekitar pukul 2 dini hari kita mendapatkan informasi bahwa ada praktik kegiatan judi Pilkades serentak, TKP nya di Desa Sentul, Kecamatan Tembelang," ungkap Kapolres Jombang AKBP Boby Pa'ludin Tambunan pada konferensi pers di Mapolres Jombang, Minggu (3/11) siang.

Dijelaskan Boby, Puji dan Yuliati berperan sebagi pengepul uang judi yang diambil dari para penombok. 

Pada praktiknya, Yuliati menawarkan Puji berjudi untuk taruhan salah satu calon kepala desa Sentul.

Mendapatkan tawaran itu, lantas Puji mencari penombok yang ingin ikut berjudi. 

Usaha Puji mencari penombok membuahkan hasil, ia mendapatkan 2 penombok yakni Nandung dan SK yang kini masih buron.

"Kedua tersangka pengepul ini menerma taruhan dari penombok masing-masing 5 juta. Satu tersangka bernama NP ini menombok untuk calon nomer urut 1. Kemudian menerima tombokan dari SK juga 5 juta," bebernya.

Dari uang taruhan tersebut, kedua pengepul ini menerima keuntungan sebesar 350 ribu rupiah.

"Tersangka PS ini mendapatkan fee 350 ribu, dan tersangka YL mendapatkan fee 150 ribu. Namun fee sudah terpakai untuk keperluan sehari-hari," kata Boby.

Sementara, dari penangkapan itu, polisi berhasil menyita barang bukti uang senilai Rp 9,7 juta.

Atas perbuatannya ketiga tersangka dijerat dengan pasal 303 KUHP tentang tindak pidana perjudian. 

"Ancaman pidana paling lama 10 tahun penjara," pungkasnya.(*)


End of content

No more pages to load