Genbi foto bersama di tengah kegiatan menanam mangrove. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)
Genbi foto bersama di tengah kegiatan menanam mangrove. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)

Hujan pertama di daerah Sendang Biru, Malang selatan, akhirnya tiba setelah musim kemarau panjang, Sabtu (2/11/2019). Hujan pertama itu mengiringi kedatangan Bank Indonesia bersama dengan Generasi Baru Indonesia (Genbi).

Genbi sendiri merupakan komunitas bagi mahasiswa penerima beasiswa dari Bank Indonesia (BI). Cuaca hujan tak menyurutkan semangat mereka untuk menempuh rute perjalanan jauh yang becek, licin, berbatu, dan berlumpur. Mereka bertekad datang untuk melakukan kegiatan bersih-bersih dan menanam bibit mangrove di Pantai Clungup dan Pantai Gatra.

Manajer Fungsi Koordinasi dan Komunikasi Kebijakan BI Malang Siti Senorita Printaningrum menyampaikan, kegiatan ini dilakukan untuk membangun awareness masyarakat dalam pelestarian lingkungan. "Membangun awareness masyarakat, termasuk juga adik-adik mahasiswa. Sangat penting bagi kita semuanya bisa berkontribusi melestarikan lingkungan," ucapnya.

Setiap tahun, BI memang mengadakan program kerja Bersih Indonesia. Tahun ini, Bersih Indonesia Genbi Malang 2019 yang dilakukan di Malang Selatan ini bertajuk "The Spirit of Conservation to our Sustainable Nature".

Sekitar 150 mahasiswa penerima beasiswa dari BI mengikuti kegiatan tersebut. Siti Senorita menyampaikan, sebagian besar penerima beasiswa dari universitas negeri, mulai dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim  (UIN Maliki) Malang, Universitas Brawijaya (UB), dan Universitas Negeri Malang (UM).

"Dan harapannya penerima beasiswa ini tidak hanya menerima semua itu lalu selesai. Tapi juga tetap terbangun suatu community yang bermanfaat buat masyarakat," tandasnya.

Para mahasiswa itu melakukan penanaman 120 bibit pohon mangrove di sekitaran Pantai Gatra dan Pantai Clungup. Mereka juga diajak untuk melakukan bersih-bersih di sepanjang bibir pantai. Terutama membersihkan sisa-sisa sampah seperti plastik, dedaunan, dan botol bekas  yang ada di Pantai Gatra.

Selain itu, Bank Indonesia dan Genbi memberikan bantuan berupa tempat sampah dan goodie bag kepada Clungup Mangrove Conservation (CMC). "Semoga bantuan ini bisa bermanfaat bagi rekan-rekan CMC. BI di sini juga sedang mengembangkan kawasan wisata. Dan sasaran kami ini di Malang selatan karena di sini potensinya sungguh luar biasa," ungkapnya.

Founder CMC Lia Putrinda sangat mengapresiasi bantuan yang diberikan Genbi dan Bank Indonesia. Bantuan tersebut merupakan permintaan yang memang sengaja diminta oleh CMC.

"Ini hal kecil sebenarnya dari segi profit. Tapi cukup berdampak besar bagi kami dari segi manajemen pengelolaan sampah," ucapnya.

Menurut Lia, hal itu seusai dengan tagline CMC yakni 'sampahku tanggungbjawabku' "Sesuai prosedur kami, sampah yang dibawa oleh pengunjung harus dibawa pulang lagi," katanya.

Sampah-sampah itu nanti ditahan untuk kemudian dikreasikan sebagai suvenir oleh warga yang sebagian besar ibu-ibu. "Salah satu prosedur kami adalah sampah yang sampeyan bawa harus dibawa pulang lagi. Bukan dibawa pulang ke sini karena risikonya nanti dibuang di jalan. Tapi kami tahan di pos 1 supaya kami bisa berdayakan ibu-ibu untuk membuat suvenir dari sampah, kemudian bisa juga dipakai ecobrick yang sekarang lagi mendunia," bebernya.

Lia juga mengungkapkan, Bank Indonesia sudah membantu CMC sejak tahun 2014. "Bank Indonesia sudah menjadi bagian dari karya kami sejak tahun 2014 dalam men-support beberapa kegiatan konservasi untuk pengawasan sumber daya air, pesisir," ungkapnya.