Tim TRC PKMS saat menemukan anjal tidur di jalanan (Dinsos for MalangTIMES)
Tim TRC PKMS saat menemukan anjal tidur di jalanan (Dinsos for MalangTIMES)

Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) atau anak jalanan (anjal) masih menjadi masalah tersendiri bagi Dinas Sosial (Dinsos) karena harus dilakukan pembinaan lebih lanjut agar tidak kembali lagi turun ke jalan.

"Anjal itu tidak mudah, dulu tidak pernah mandi dan jadi mandi itu sudah bagus, mainsetnya dia sudah baik. Minatnya apa misalkan, jika ada kegiatan untuk mereka kami pilih dan seleksi untuk mengikuti," ujar Sekretaris Dinas Sosial Kota Malang, Pipih Triastuti kepada MalangTIMES.

Dalam penanganan anjal, Dinsos Kota Malang juga berharap ada sinergi yang bagus dari keluarga dan tokoh masyarakat tempat mereka tinggal. Karena menurut Pipih, lingkungan adalah faktor utama seseorang bisa menjadi anjal. "Tidak mungkin diserahkan ke Dinsos semua, karena keluarga juga berperan sangat penting untuk mereka supaya bisa jadi lebih baik," katanya.

Saat ini Dinsos Kota Malang terus memonitoring bagaimana anjal setelah pembinaan yang dilakukan. Karena sangat banyak sekali kejadian ketika sudah dibina ternyata masih kembali turun ke jalan. "Kami harus rajin kerumahnya. Kerjasama dengan tokoh-tokoh masyarakat yang ada di situ. Keluarga, tokoh masyarakat setempat, disamping kita juga itu harus sinergi," katanya.

Lebih lanjut, Pipih Triastuti berharap ada sinergi dari instansi terkait agar penanganan anjal bisa lebih terarah dan kedepan tidak kembali lagi mencari uang dijalanan. Apalagi kebanyakan anjal juga masih berusia anak-anak dan masih berstatus sekolah.

"Kalau bisa anak-anaknya itu sekolahnya  harus betul-betul diperhatikan, dengan itu ya kami ingin ada kerja sama dengan instansi terkait dengan lembaga terkait supaya bisa mengarahkan mereka kearah yang lebih baik. Terutama bisa sekolah, bisa mengikuti ketrampilan dan pelatihan yang sesuai dengan bakat minat mereka, sehingga mereka bisa mandiri," ungkapnya.