Tersangka Suriyadi alias Mansur beserta barang bukti dan sarana pencurian saat diamankan polisi karena kasus pencurian (Foto : Polsek Jabung for MalangTIMES)
Tersangka Suriyadi alias Mansur beserta barang bukti dan sarana pencurian saat diamankan polisi karena kasus pencurian (Foto : Polsek Jabung for MalangTIMES)

Meski sudah berulang kali keluar masuk bui, tidak lantas membuat Suriyadi alias Mansur kapok.

Terbukti, warga Dusun Pucanganom, Desa Pucangsari, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan ini, kembali djeblokan polisi ke tahanan Mapolsek Jabung.

”Tersangka Mansur yang baru kami amankan ini, diringkus petugas karena terbukti melancarkan aksi pencurian,” kata Kapolsek Jabung, AKP Syamsul Hidayat kepada MalangTIMES.com, Jumat (1/11/2019) malam.

Diperoleh keterangan, aksi pencurian yang dilakukan tersangka Mansur ini terjadi pada 2 Oktober lalu. 

Saat itu, pelaku melancarkan aksi pencurian di rumah Yessi Oktavia Widiyati warga Dusun Krajan, Desa Kemiri, Kecamatan Jabung. 

”Tersangka melancarkan aksinya saat pagi hari, ketika itu rumah korban dalam keadaan kosong,” terang Syamsul.

Perwira polisi dengan pangkat tiga balok dibahu ini menjelaskan, jika modus yang digunakan tersangka adalah dengan cara mencongkel jendela kamar korban dengan menggunakan obeng.

Setelah itu, pelaku langsung menyelinap masuk kedalam rumah dan mengambil berbagai barang berharga milik korban. 

Di antaranya 2 unit handphone (HP), gelang emas seberat 4 gram, dan uang tunai senilai Rp 2,1 juta.

”Atas kejadian ini, korban mengalami kerugian mencapai kisaran Rp 7,5 juta,” sambung Syamsul.

Usai mendapatkan barang hasil curian, lanjut Syamsul, pelaku seketika bergegas kabur melalui jalan semula. 

Beberapa saat kemudian, Yessi yang saat itu pulang kerja mendapati berbagai barang berharga miliknya raib.

Sadar jika rumahnya baru saja dijadikan sasaran pencurian, wanita yang kesehariannya bekerja sebagai karyawan swasta ini memilih melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polsek Jabung.

Di hadapan polisi, wanita 39 tahun itu mengaku jika dirinya baru saja menjadi korban pencurian.

Mendapat laporan, beberapa anggota unit Reskrim Polsek Jabung dikerahkan untuk melakukan penyelidikan.

Berdasarkan hasil olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) dan keterangan beberapa saksi yang dihimpun petugas. 

Pelaku pencurian mengarah kepada Suriyadi alias Mansur Yang kemudian diringkus petugas saat yang bersangkutan berada di kediamannya yang berlokasi di Kabupaten Pasuruan, Kamis (31/10/2019) tengah malam.

”Ketika diamankan pelaku tidak memberikan perlawanan, dihadapan petugas yang bersangkutan mengakui semua perbuatan pencurian yang telah dilakukannya,” ungkap Syamsul.

Selain mengamankan tersangka, polisi juga menyita berbagai barang bukti hasil curian. 

Mulai dari HP, sisa uang tunai hasil curian senilai Rp 447 ribu, hingga sarana untuk mencuri berupa 1 unit sepeda motor dan obeng juga turut disita polisi.

”Kasusnya masih dalam penyidikan, berdasarkan pengakuannya tersangka sudah melancarkan aksi pencurian sebanyak 3 kali sebelum akhirnya diringkus polisi,” jelas mantan Kasat Reskoba Polres Malang ini.

Sepak terjang Mansur didunia kriminalitas memang bukan baru kemarin sore. 

Berdasarkan catatan kepolisian, pria 54 tahun itu sudah pernah 3 kali dijeblokan polisi kedalam bui.

Sebelum berurusan dengan Polsek Jabung, pada tahun 2015 lalu Mansur pernah menghuni tahanan Mapolsek Singosari lantaran terbukti melakukan pencurian. 

Beberapa bulan setelah dinyatakan bebas, pada tahun 2017 lalu Mansur lagi-lagi dijebloskan ke tahanan Polsek Nongkojajar karena “penyakit” mencurinya kambuh.

”Tersangka Mansur ini merupakan seorang residivis, pelaku pernah dipenjara sebanyak 3 kali. Kasusnya selalu sama, yakni karena kasus pencurian,” ujar Syamsul yang juga pernah menjabat sebagai Kasat Reskoba Polres Malang Kota ini.

Di hadapan penyidik, Mansur mengaku terpaksa melancarkan aksi pencurian. 

Dari pengakuannya, tersangka terpaksa mencuri karena kepepet kebutuhan ekonomi. 

”Hasil curian digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Akibat perbuatannya, tersangka kami jerat pasal 363 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan (Curat),” tutup Syamsul.