Wakil Bupati Jember Drs KH Abdul Muqit Arief saat memberikan pemaparan pada acara bimtek kompetensi bagi guru TPA/TPQ se-Kabupaten Jember. (foto : Moh. Ali Makrus / Jatim TIMES)
Wakil Bupati Jember Drs KH Abdul Muqit Arief saat memberikan pemaparan pada acara bimtek kompetensi bagi guru TPA/TPQ se-Kabupaten Jember. (foto : Moh. Ali Makrus / Jatim TIMES)

Sebanyak 950 guru taman pendidikan Alquran (TPA/TPQ) se-Kabupaten Jember selama dua hari, Jumat (1/11/2019) dan Sabtu besok, mengikuti bimbingan teknis yang digelar di aula PB Sudirman Pemkab Jember.

Wakil Bupati Jember Drs KH Abdul Muqot Arief dalam kesempatan tersebut mengatakan,  di era saat ini banyak metode belajar Alquran yang bisa diunduh di aplikasi-aplikasi digital. Jadi, banyak anak yang bisa belajar Alquran lewat aplikasi tersebut.

Namun, belajar lewat aplikasi tidak lebih utama daripada belajar kepada ahlinya, dalam hal ini guru, secara langsung. Untuk menghadapi tantangan seperti ini, diperlukan adanya guru yang memiliki kompetensi sehingga diperlukan adanya bimtek (bimbingan teknis) bagi guru TPA/TPQ.

“Bimtek ini digelar untuk memberikan kompetensi kepada guru TPA dan TPQ. Kenapa hal ini diperlukan? Karena saat ini sudah banyak aplikasi-aplikasi yang mudah diunduh melalui HP Android. Untuk itu, perlu adanya kompetensi bagi guru-guru," ujar Abdul Muqit,Jumat (1/11/2019) kepada wartawan.

Untuk meningkatkan kompetensi tersebut, guru harus belajar bagaimana menghadapi era yang sudah semakin canggih ini. “Jadi, bukan hanya murid yang disuruh belajar. Guru juga harus belajar bagaimana cara menghadapi tantangan ini,” kata wabup yang juga pengasuh Pondok Pesantren Al Afalah Silo itu.

Mengenai banyaknya aplikasi metode pemberlajaran Alquran yang saat ini sudah marak mengisi dunia digital, wabup memilik pandangan lain. Menurut orang nomor dua di jajaran Pemerintah Kabupaten Jember ini, belajar langsung kepada guru akan lebih utama daripada melalui aplikasi-aplikasi.

“Keutamaan belajar secara langsung kepada guru adalah adanya doa yang dipanjatkan guru untuk muridnya. Berbeda ketika anak belajar melalui aplikasi. Tidak mungkin aplikasi tersebut bisa mendoakan kita. Oleh karena itu, belajar dengan cara tatap muka akan lebih utama,” pungkasnya.