Tersangka Rohmad Santosa (kiri) beserta barang bukti perjudian online berskala internasional saat dimintai keterangan oleh polisi. (Foto : Polsek Singosari for MalangTIMES)
Tersangka Rohmad Santosa (kiri) beserta barang bukti perjudian online berskala internasional saat dimintai keterangan oleh polisi. (Foto : Polsek Singosari for MalangTIMES)

Seorang bandar judi online diringkus jajaran kepolisian Unit Reskrim Polsek Singosari, Kamis (31/10/2019). Tersangka bernama Rohmad Santosa, warga Dusun Tejosari, Kelurahan Candirenggo, Kecamatan Singosari.

”Pelaku kami amankan sesaat setelah melayani nomor tombokan. Terhadap yang bersangkutan, sudah kami lakukan penahanan. Kasusnya masih dalam tahap penyidikan dan pengembangan,” kata Kanit Reskrim Polsek Singosari Iptu Supriyono.

Saat dilakukan penggeledahan, petugas mendapati berbagai barang bukti dari tangan tersangka. Mulai dari satu unit handphone, kertas rekapan nomor togel, uang tombokan senilai Rp 79 ribu, dua bukti transfer uang tombokan senilai Rp 407 ribu, satu buah kartu ATM, hingga berbagai perlengkapan judi online.

”Barang bukti yang kami sita ini didapatkan petugas setelah melakukan penggeledahan di rumah tersangka,” terang Supriyono saat dikonfirmasi MalangTIMES.com, Jumat (1/11/2019) dini hari.

Sesaat sebelum berhasil meringkus pelaku, lanjut Supriyono, petugas  Polsek Singosari sempat melakukan patroli di wilayah hukumnya. Ketika melintas di kawasan Kelurahan Candirenggo, petugas mendapat informasi jika di wilayah tersebut marak terjadi transaksi perjudian.

Berawal dari keluhan masyarakat itulah, polisi akhirnya melakukan penyelidikan. Hasilnya petugas mendapat keterangan  sebuah masjid yang ada di Dusun Tejosari, Kelurahan Candirenggo, Kecamatan Singosari, merupakan lokasi favorit bagi sang bandar untuk melangsungkan transaksi judi online.

Benar saja, saat dilakukan penyanggongan, petugas mendapati Rohmad sedang melayani pembelian nomor tombokan judi. ”Setelah memastikan jika dialah pelaku bandar judi, petugas langsung dikerahkan untuk melakukan penyergapan,” terang Supriyono.

Lantaran tertangkap tangan, Rohmad akhirnya hanya bisa pasrah saat digelandang  petugas ke kantor polisi. ”Selain sering melakukan tansaksi penombokan nomor judi di lokasi penangkapan, tersangka juga melayani nomor tombokan di rumahnya yang berlokasi di Dusun Tejosari. Bahkan pelaku juga melayani nomor tombokan yang dikirim melalui WA (WhatsApp). Sedangkan untuk uang tombokan yang dipesan melalui WA, biasanya dikirim melalui rekening ATM,” jelas Supriyono.

Berdasarkan hasil penyidikan, bisnis haram yang dilakukan Rohmad ini merupakan praktik perjudian secara online. Modusnya, ketika sudah mendapatkan uang dari para penombok, nomor tombokan yang sudah direkap tersangka langsung dipasang di situs aplikasi perjudian online yang bisa di akses dari HP pelaku. Aplikasi tersebut bernama Gastoto dan Trastoto.

”Jika nomor yang dipasang muncul sebagai pemenang, tersangka akan mendapatkan komisi sebesar 5 persen dari uang tombokan yang dipasang oleh para penombok,” ungkap Supriyono.

Di hadapan penyidik, Rohmad mengaku sudah menjadi bandar judi online sejak setahun lamanya. Tidak memiliki pekerjaan tetap, membuat pria yang hanya tamatan SMA ini nekat mencari penghasilan dengan cara haram. Yakni menjadi bandar judi online. ”Penghasilan dari menjadi bandar judi ini digunakan tersangka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” imbuh Supriyono.

Dalam sepekan, Rohmad mengatakan bisa melayani penombok sebanyak 3 kali. Setiap kali menerima pesanan nomor tombokan, pelaku mendapatkan penghasilan sekitar Rp 500 ribu.

Belakangan diketahui, judi online yang dijalankan Rohmad ini melibatkan jaringan internasional. Sebab, dalam ketentuannya, pria 48 tahun itu mengikuti peraturan dari beberapa negara Asia. Di antaranya Australia, Hongkong, dan Singapura.

”Tersangka kami jerat dengan Pasal 303 KUHP tentang perjudian. Sedangkan ancamannya lebih dari 5 tahun kurungan penjara," tukas Supriyono.