Papan larangan pembuangan limbah di lahan Perhutani.
Papan larangan pembuangan limbah di lahan Perhutani.

 Pabrik pengolahan susu Indolakto akhirnya menarik kembali sludge (limbah padat) yang dibuang di lahan Perhutani di Desa Dawuan Sengon, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan. Tumpukan limbah padat dalam karung sak yang ditimbun di hutan produksi itu diprotes warga karena menimbulkan bau busuk.

Yasman, HRD PT Indolakto, menyatakan, penarikan limbah padat itu dilakukan setelah terjadi polemik di masyarakat. Menurut dia, limbah padat itu dikirim ke hutan produksi atas dasar permintaan asper Perhutani Lawang Timur.

“Asper Perhutani mengajukan permintaan limbah untuk uji coba pembuatan pupuk organik. Setelah terjadi polemik, kami mengangkut kembali limbah itu,” kata Yasman.

Yasman menjelaskan, selama ini, limbah padat pengolahan susu itu dibuang melalui perusahaan penampungan limbah. Selain itu, pihaknya melayani permintaan kelompok tani di Jombang untuk pupuk organik tanaman tebu.

Sementara itu, Joko Cahyono, ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan, mengingatkan bahwa pembuangan limbah sudah diatur dalam mekanisme perundangan yang berlaku. Perusahaan tidak bisa secara sembarangan mengeluarkan dan membuang limbah, apalagi di kawasan publik hutan produksi.

“Apa pun alasannya, perusahaan tidak boleh membuang limbah di sembarang tempat. Ada mekanisme yang harus dilalui sehingga perusahaan bisa mendapatkan pengecualian dalam membuang limbah di tempat lain,” tandas Joko.