Ilustrasi, net
Ilustrasi, net

Terlalu, hanya karena dolan ke pinggir kali (Pinka), dua anak yang merupakan santriwati di salah satu pondok pesantren di Tulungagung justru salah satunya menjadi korban pencabulan dan perkosaan. Dua santriwati yang diketahui berinisial Anggrek (14) warga salah satu desa di Kecamatan Besuki dan Melati (12) warga salah satu desa di Kecamatan Sendang.

"Telah terjadi tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur," kata Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia melalui Paur Humas, Ipda Anwari, Selasa (29/10) siang.

Lanjut Anwari, dua santriwati Anggrek dan Melati pada Sabtu (26/10) lalu sekitar jam 19.00 wib saat di londoknya sholat Isya berjamaah, justru mereka pergi ke area Pinka.

"Saat di Pinka, mereka ketemu dengan dua terlapor dan dengan bujuk rayu pelapor ini diajak kerumah terlapor," ujar Anwari.

Dua terlapor yang dimaksud berinisial CM (22) warga Rejoagung Kecamatan Kedungwaru dan TK (22) warga Ketanon Kecamatan Kedungwaru.

"Korban dan saksi awalnya tidak mau, namun setelah dirayu mereka menuruti kemauan terlapor untuk tidur di rumahnya," ungkap Anwari.

Karena kedua santriwati tidur di rumah CM, pada Minggu (27/10) sekitar jam 16.00 wib korban yang berinisial Anggrek dicabuli oleh TK dengan cara dicium, payudaranya diremas dan tangan TK dimasukkan ke dalam alat kelamin.

"Rupanya perbuatan terlapor tidak hanya di situ saja," tambahnya.

Setelah lepas dari tangan TK, di hari yang sama sekitar jam 20.00 wib korban Anggrek disetubuhi oleh terlapor CM atau pemilik rumah.

"Begitu selesai melakukan perbuatan yang tidak semestinya, korban dan saksi diantar kerumah temannya yang akhirnya ditemukan oleh ayah kandung korban," jelas Anwari.

Tak terima dengan apa yang dialami anaknya, orang tua korban yang berinitial BE melaporkan ke Polres Tulungagung guna proses hukum lebih lanjut.