Poster Bedah Buku Kuliner Hindia Belanda (Foto: Dokumentasi MalangTIMES)
Poster Bedah Buku Kuliner Hindia Belanda (Foto: Dokumentasi MalangTIMES)

Nasi goreng, sate, perkedel, serundeng, kue lapis, onde-onde hingga sayur lodeh merupakan jenis-jenis makanan yang populer di masyarakat Indonesia. Bahkan, makanan ini hampir setiap hari menemani menu menu-menu santap siang atau malam hari kalian.

Tapi, pernah tau nggak cerita dibalik makanan yang biasanya kamu konsumsi itu? Nah, semua jenis makanan tersebut besok (Selasa, 29/10) bakal dikupas tuntas dalam acara Bedah Buku Kuliner Hindia Belanda di Coffee Times, Terminal Kopi Malang, Pasar Terpadu Dinoyo Lantai 2.

Perjalanan dari sederet olahan makanan tersebut mulai dari penghidangannya di masa dahulu hingga sekarang juga bakal dibahas dalam acara ini lho.

Penulis Buku Kuliner Hindia Belanda 1920-1942, Pipit Anggraeni mengatakan fakta-fakta dibalik menu-menu makanan itu akan dibahas mendalam. Mulai dari asal muasal penyajian hingga olahan kuliner yang hanya boleh dinikmati beberapa orang saja. "Bagaimana hidangan disajikan di atas meja dengan cara sederhana, hingha munculnya tradisi makan pagi, makan siang hingga makan malam akan dikupas tuntas besok," ujar dia.

Banyak kebiasaan masyarakat dalam mengolah jenis-jenis makanan yang mampu menggoyang lidah kalian ini lho. Seperti hidangan yang khusus disajikan saat Raja mengadakan upacara adat salah satunya. "Ada beberapa olahan yang nyatanya dihidangkan di hari-hari penting saja. Saat Raja menyambut tamunya, atau dalam upacara adat tertentu. Benarkah nenek moyang mengajarkan hal itu? Ada di buku ini," ungkap wartawan MalangTIMES itu.

Tak ingin ketinggalan pembahasan menarik ini? Yuk ramaikan di acata bedah buku Kuliner Hindia Belanda di Coffee Times besok, mulai pukul 19.00 WIB. Bedah buku kali ini bakal menghadirkan pembanding dari Dosen Binus Malang, Faisal Hilmy Maulida, S Hum, M Hum dan Pemimpin Redaksi MalangTIMES, Heryanto.

Tak hanya itu, di Coffee Times juga menyajikan aneka biji kopi pilihan dari pegunungan Malang Raya. Seperti halnya dari pegunungan Bromo, Kawi, Semeru, hingga Ijen. 

Pengunjung bisa memilih dan menikmati sajian kopi robusta, arabika, maupun ekselsa. Jenis kopinya ada kopi Dampit, kopi Lanang, hingga kopi Luwak. Penyajiannya pun beragam, dari penyeduhan sederhana, Vietnam Drip, Franc Press, hingga espresso. Kemudian, bisa menikmati juga sajian menu-menu makanan lainnya.