Petugas kepolisian saat menertibkan pengguna jalan yang melanggar ketentuan lalu lintas (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Petugas kepolisian saat menertibkan pengguna jalan yang melanggar ketentuan lalu lintas (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

Sejak berlangsungnya Operasi Zebra Semeru 2019, jajaran kepolisian sudah menjaring ribuan pengguna jalan yang melintas di Kabupaten Malang. Ribuan pengemudi dan pengendara yang terjaring razia itu, terjadi sejak Rabu (23/10/2019) hingga hari ini (Senin 28/10/2019).
 

”Selama 6 hari, sudah ada 1.175 pengguna jalan yang terjaring razia Operasi Zebra Semeru 2019,” kata Kasat Lantas Polres Malang, AKP William Thamrin Simatupang, Senin (28/10/2019).

Dari jumlah tersebut, lanjut William, tidak semua pengguna jalan mendapatkan surat tilang. Sebab sebagian diantaranya juga ada yang hanya diberikan sanksi berupa teguran.

”Dari 1.175 yang terjaring razia, 978 diantaranya kami berikan tindakan berupa surat tilang. Sedangkan sisanya, yakni 197 hanya kami kenakan sanksi berupa teguran,” terang William.

Adanya pengguna jalan yang hanya diberikan teguran itu, dijelaskan William, lantaran hanya melakukan pelanggaran ringan. Seperti misalnya lampu yang mati karena rusak, dan spion yang tidak sesuai dengan ketentuan.

”Rata-rata yang terjaring razia itu karena melanggar 8 target utama pada agenda Operasi Zebra Semeru 2019,” jelas perwira polisi dengan pangkat tiga balok di bahu ini.

Delapan pelanggaran yang masuk sasaran utama tersebut, meliputi pengendara R2 (Sepeda Motor) yang tidak mengenakan helm sesuai ketentuan SNI (Setandart Nasional Indonesia), berkendara melebihi batas kecepatan yang berlaku (kebut-kebutan), pengendara yang masih berusia dibawah umur (di bawah 17 tahun), pengemudi R4 (mobil) atau lebih (bis, truk, pick up, angkutan umum) yang tidak mengenakan safety belt, berkendara dalam pngaruh alkohol dan obat-obatan terlarang (narkoba), menggunakan handphone (HP) saat berkendara, melawan arus lalu lintas, serta keabsahan administrasi kendaraan bermotor (STNK, Uji Kir, hingga SIM).

”Operasi kali ini lebih bertujuan untuk menekan angka kecelakaan, sebab banyaknya kecelakaan yang terjadi selalu didominasi dengan adanya pelanggaran lalu lintas,” ungkap William kepada MalangTIMES.com.

Terbukti, dengan adanya giat Oprasi Zebra Semeru 2019, jumlah kecelakaan yang terjadri di wilayah hukum Polres Malang berkurang secara derastis. Yakni hanya ada 2 kejadian kecelakaan.

”Selama 6 hari hanya ada 2 insiden kecelakaan. Itupun tidak parah, karena hanya menyebabkan kerugian materi senilai Rp 1,3 juta saja. Dari dua insiden kecelakaan itu, juga tidak sampai menelan korban jiwa. Tercatat 4 orang hanya mengalami luka,” pungkasnya.