Bupati Banyuwangi bersama Forpimda bersama dengan para penambang belerang
Bupati Banyuwangi bersama Forpimda bersama dengan para penambang belerang

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas resmi memperpanjang status tanggap darurat Karhutla Banyuwangi. Perpanjangan masa tanggap darurat Karhutla ini dilakukan selama 7 hari ke depan dan berakhir pada 4 November 2019 mendatang.

"Hari ini kita tanda tangani perpanjangan (masa tanggap darurat Karhutla) sampai tanggal 4 November," kata Bupati Anas saat melakukan silaturahmi dengan penambang belerang dan meninjau kawasan Paltuding, Senin (28/10/19).

Dari sisi perkembangan pemadaman Karhutla, menurut Anas saat ini masih timbul tenggelam. Karena jika ada angin kencang api masih bisa muncul lagi. Dengan pemadaman api menggunakan waterbombing sudah ada kemajuan.  

"Water bombing secara umum sudah ada manfaatnya. Meskipun belum sesuai dengan harapan. Mudah-mudahan tidak ada angin yang sporadis," ujarnya.

Dengan perpanjangan masa tanggap darurat Karhutla dia berharap Helicopter yang melakukan waterbombing bisa berjalan dengan baik. Sehingga bisa secara maksimal memadamkan titip api. Dia juga berharap api tidak menjalar ketempat lain karena pengaruh angin.

Pemkab Banyuwangi, lanjutnya sudah mencairkan anggaran untuk tanggap darurat Karhutla di sekitar Gunung Ijen, Gunung Ranti dan kawasan cagar alam Merapi Ungup-ungup. Dana yang disiapkan mencapai ratusan juta rupiah.

"Untuk dana Tanggap darurat kurang lebih Rp 430 juta. Yang digunakan untuk berbagai kebutuhan," katanya.

Bupati Anas Senin sore melakukan silaturahmi dengan para penambang belerang di Gunung Ijen. Silaturahmi dilakukan di kawasan Paltuding. Acara ini juga dihadiri forum Pimpinan Daerah mulai Kapolres, Kasdim, Kajari, Lanal, BKSDA dan pejabat instansi terkait.

"Hari ini silaturahmi dengan teman-teman para penambang. Karena para penambang sudah sekian hari tidak menambang sehingga berpengaruh pada pendapatan mereka. Hari ini kita ajak duduk bareng," pungkasnya.