Solehuddin (baju krem) wakil ketua rumah keadilan saat memberikan keterangan pada awak media. (eko Arif s /JatimTimes)
Solehuddin (baju krem) wakil ketua rumah keadilan saat memberikan keterangan pada awak media. (eko Arif s /JatimTimes)

 Untuk memastikan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Plkades) berlangsung aman dan lancar, Rumah Keadilan Perwakilan Kediri akan menerjunkan 50 petugas pemantau dan pengawas dalam Pilkades yang akan digelar 30 Oktober 2019 mendatang. Mereka sudah melakukan pengawasan dan pemantauan tiga bulan yang lalu.

Dalam pelaksanaan Pilkades ada 254 Desa di Kabupaten Kediri yang akan melaksanakan pemilihan Kepala Desa secara serentak. 

"Rumah Keadilan akan menerjunkan  50 petugas sebatas pemantauan dan pengawasan," ucap Solehuddin Wakil Ketua Rumah Keadilan didampingi Fatwa Azis Kordinator Wilayah Kediri, Senen (28/10/19).

Menurut Solehuddin , tugas para pemantau dari Rumah Keadilan nantinya akan memantau secara langsung pelaksanaan di lapangan, melaporkan guna untuk menyukseskan pesta demokrasi di tingkat desa. 

"Dengan maksud untuk mewujudkan pelaksanaan Pilkades  berjalan aman, damai, langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil," kata dia.

Dia mengatakan, dari 254 Desa yang dianggap rawan gesekan, terkait titik rawan belum bisa disebutkan. Namun, ada cara sendiri yang akan dilakukan oleh tim Rumah Keadilan. Salah satu yang dilakukan tim di lapangan akan membuat laporan sebatas memantau di lapangan. 

"Nanti, hasilnya akan kita rekap sebagai bahan evaluasi pola-pola dan masukkan untuk pelaksanaan Pilkades kedepan,"kata dia.

Dia berharap keberadaan rumah keadilan ini bisa membawa Pemerintahan Desa yang baik. Tentunya melalui proses yang demokratis yang baik. 

"Semoga proses Pilkades yang akan dipilih merupakan calon-calon yang nantinya jika terpilih dapat membawa pemerintahan desa ke arah yang lebih baik," tandasnya.