(tengah) Kapolres Jombang AKBP Boby Pa'ludin Tambunan menimbang barang bukti ganja kering seberat setengah kilogram yang disita dari pelaku. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)
(tengah) Kapolres Jombang AKBP Boby Pa'ludin Tambunan menimbang barang bukti ganja kering seberat setengah kilogram yang disita dari pelaku. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

-Narkotika Jenis ganja kering seberat lebih dari setengah kilogram disita dari pengedar di Kabupaten Jombang. Ganja yang disita polisi itu, diakui pelaku didapat dari seorang narapidana di salah satu Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Jawa Timur.

Pelaku diketahui bernama Joko Purwanto (27), warga Desa Mojoduwur, Kecamatan Mojowarno, Jombang. Pelaku diamankan oleh anggota Polsek Mojowarno pada Senin (28/10) pukul 01.00 WIB.

Terungkapnya peredaran narkotika jenis ganja kering ini, berawal dari laporan warga atas adanya transaksi narkoba di sebuah warung di Desa Mojoduwur. Laporan tersebut lantas ditindaklanjuti anggota Polsek Mojowarno, dan berhasil mengamankan pelaku.

"Pelaku saat digeledah petugas, ditemukan 2 linting ganja kering di sakunya," terang Kapolres Jombang AKBP Boby Pa'ludin Tambunan pada pers rilisnya di Mapolres Jombang, Senin (28/10) sore.

Tak puas dengan tangkapan itu, sambung Boby, petugas lantas menggeledah rumah pelaku. Di rumah pelaku itu lah, ganja kering seberat 550 gram berhasil ditemukan.

"Kita juga amankan pipet yang masih ada bekas sisa sabu, dan beberapa alat hisap dan handphone juga yang digunakan pelaku untuk melancarkan aksinya," ujarnya.

Dijelaskan Boby, ganja kering yang diamankan anggotanya tersebut ditafsir seharga Rp 100 juta. Barang haram tersebut dikendalikan oleh seorang narapidana di salah satu Lapas di Jatim. Namun, Boby masih belum bisa menjelaskan secara pasti terkait Napi dari Lapas mana.

"Ini dikendalikan dari sebuah LP di Jawa Timur, tentunya masih kami kembangkan terus," kata Boby.

Masih menurut Boby, pelaku menerima barang haram tersebut dari seorang kurir yang dikendalikan dari Lapas. Kurir dan pelaku tersebut tidak pernah bertatap muka, hanya berkomunikasi melalui telepon dengan private number.

"Yang bersangkutan ini mendapatkan barang juga dari kurir. Yang bersangkutan juga tidak pernah bertemu, mereka hanya berkomunikasi lewat telpon private number. Barang ditaruh di sebuah tempat, lalu diambil pelaku," bebernya.

Atas hal itu, pelaku dijerat dengan Pasal 114 UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. "Pelaku kita ancam hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara," pungkasnya.(*)