Suasana aksi puluhan massa Aliansi Malang Bergerak di kawasan Simpang Empat Rajabali, Kota Malang, Senin (28/10) (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Suasana aksi puluhan massa Aliansi Malang Bergerak di kawasan Simpang Empat Rajabali, Kota Malang, Senin (28/10) (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

 Sejumlah massa yang tergabung dalam Aliansi Malang Bergerak memadati kawasan Simpang Empat Rajabali, Kota Malang, Senin (28/10). 

Pantauan MalangTIMES, massa mulai bergerak ke area tersebut sejak pukul 15.00 WIB dengan membawa 17 tuntutan.

Sebelumnya, massa aksi berencana melakukan longmarch hingga kawasan Balaikota Malang.

Namun, melihat kondusifitas yang ada massa 
akhirnya hanya berada di sepanjang kawasan Simpang Empat Rajabali.

Demo yang tidak hanya diikuti sekelompok mahasiswa ini menuntut penerbitan Perppu pencabutan UU KPK, tolak pembahasan RUU KUHP, RUU Pertanahan, penolakan revisi UU Ketenagakerjaan no 13 tahun 2013, hingga usut tuntas tindakan aparat penegak hukum terhadap massa dan yang lainnya.

Humas aksi, Ali Amrin mengatakan salah satu dari belasan tuntutan yang dianggap meresahkan adalah terkait revisi UU Ketenagakerjaan di mana hal itu dinilai tidak memberikan keberpihakan terhadap kaum buruh. 

"Yang memberatkan terutama di aspek perupahan, yang kita anggap tidak manusiawi," ujar dia.

Beragam tulisan 'Negara Hanya Buat Repot Rakyat', 'Semua Undang-Undang Dibuat Untuk Membunuh Rakyat', 'Hancurkan Oligarki', dan yang lainnya mewarnai aksi demo dalam momen peringatan Sumpah Pemuda ini.

Selain itu, adanya tindakan aparatur penegak hukum yang dirasa melakukan penahanan dan penyiksaan terhadap aktivis pendemo juga mereka kritisi. 

Pihaknya dalam hal ini mengharapkan ada tanggung jawab dari kepolisian dan meminta pemerintah mengusut tuntas kasus tersebut.

"Kita mengharapkan kepolisian harus mampu secara dewasa bertanggung jawab atas tindakan kriminalisasi hingga represif yang dilakukan pada teman kami. Bahkan beberapa mungkin masih ada yang ditangkap sampai hari ini. Kita mendesak pemerintah mengusut tuntas hal ini," tandasnya.

Selama berlangsung aksi demo tersebut, kondisi lalu lintas tidak diberlakukan penutupan. 

Hanya saja kendaraan harus rela mengalami kemacetan. 

Sementara kendaraan dari arah Jl Kahuripan dialihkan menuju arah Jl Semeru dialihkan ke Jl Basuki Rachmat.